EBuzz – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi memulai implementasi kuotasi Liquidity Providersaham guna memperkuat struktur likuiditas dan efisiensi perdagangan di pasar modal domestik.
Dalam tahap awal implementasi ini, Phintraco Sekuritas bertindak sebagai penyedia likuiditas dengan memberikan kuotasi berupa penyediaan order beli dan jual pada lima saham pilihan.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menegaskan bahwa partisipasi aktif Anggota Bursa dalam program ini merupakan elemen vital bagi pembentukan harga yang lebih berkualitas atau price discovery.
“BEI mengapresiasi komitmen Phintraco Sekuritas dalam mendukung program Liquidity Providersaham. Kami berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan likuiditas, khususnya pada saham-saham yang memiliki potensi untuk berkembang lebih optimal,” ujar Irvan Susandy dalam keterangan resminya, Senin (20/4/2026).
BEI Berikan Insentif

Lebih lanjut ia menambahkan, Otoritas bursa memandang keterlibatan Anggota Bursa (AB) sebagai faktor kunci keberhasilan program pendalaman pasar ini.
BEI berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi yang lebih luas agar ekosistem perdagangan di tanah air menjadi semakin likuid, kredibel, dan kompetitif di level regional maupun global.
“Keberhasilan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas diharapkan mampu menjadi katalis bagi Anggota Bursa lainnya untuk segera menyusul,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, BEI akan melakukan evaluasi berkelanjutan serta menyiapkan skema insentif bagi AB yang aktif berpartisipasi dalam program Liquidity Provider saham.
“Langkah ini menjadi upaya untuk memperkuat struktur pasar dan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia,” ucap Irvan.
Melalui inisiatif ini, bursa optimistis efisiensi perdagangan akan meningkat, sekaligus memberikan perlindungan bagi investor melalui pasar yang lebih stabil dan minim volatilitas ekstrem akibat rendahnya likuiditas.
Baca Juga : Transaksi Harian BEI Melejit Rp20,36 T dalam Sepekan, Naik 17,6 Persen
Adapun daftar saham tersebut mencakup PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

