EBuzz – PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet telah mengumumkan rencana strategis untuk mengubah status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup (go private). Langkah besar ini diikuti dengan rencana penghapusan pencatatan saham (delisting) dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebagai bagian dari mekanisme go private, Digital Edge (Hong Kong) Ltd (DE) selaku pemegang saham pengendali akan melaksanakan Penawaran Tender Sukarela untuk menyerap sisa saham publik. DE berkomitmen membeli sebanyak-banyaknya 159.598.500 unit saham atau setara dengan 7,90% dari total modal disetor perseroan.
Manajemen EDGE menetapkan harga penawaran sebesar Rp11.500 per saham. Nilai ini merupakan harga premium yang signifikan, yakni 141,2% lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata tertinggi harian saham Indonet selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman, yang tercatat sebesar Rp4.768 per saham.
“Perseroan tidak lagi memerlukan pendanaan dari pasar modal dan ingin lebih fokus pada pengelolaan portofolio aset tanpa tekanan volatilitas harga saham publik,” tulis manajemen dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2026).
Saham EDGE Disuspensi

Lebih lanjut, perseroan menilai selama ini perdagangan saham EDGE kurang likuid. Tercatat, sejak 10 Februari 2026 perdagangan saham Indonet sendiri telah dihentikan sementara (suspensi) oleh BEI atas permintaan perseroan guna menjaga kondusivitas proses ini.
“Manajemen turut mengingatkan bagi pemegang saham publik yang tidak berpartisipasi dalam penawaran tender ini, mereka akan tetap tercatat sebagai pemegang saham di perusahaan tertutup. Namun, mereka tidak lagi memiliki sarana likuiditas untuk menjual sahamnya melalui bursa efek di masa mendatang,” katanya.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi, Indonet dijadwalkan bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 22 April 2026. Agenda tunggal rapat tersebut adalah memohon persetujuan dari para pemegang saham independen terkait langkah korporasi ini.
Baca Juga : Emiten Data Center EDGE Putuskan Delisting Agustus 2026, Cek Jadwal Tender Offer-nya
Jika RUPSLB memberikan restu, proses go private akan dilanjutkan ke periode penawaran tender sukarela. Seluruh rangkaian aksi korporasi hingga pembatalan pencatatan efek oleh BEI dan KSEI diperkirakan rampung pada akhir Agustus 2026.

