EBuzz – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melalui BCA Finance mencatat peningkatan porsi pembiayaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sepanjang tahun berjalan 2026. Porsi pembiayaan EV meningkat menjadi 15%, dari sebelumnya 7% pada tahun lalu.
Presiden Direktur BCA Finance Petrus Karim mengatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya pembiayaan kendaraan listrik di industri perusahaan pembiayaan. Pertumbuhan tersebut juga didukung semakin beragamnya merek dan pilihan kendaraan listrik yang tersedia di pasar.

“Di BCA, tahun lalu 7 persen. Tahun ini sudah 15 persen,” ujar Petrus saat konferensi pers BCA Expo 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (20/8).
Baca Juga : Kuota BBM Subsidi Dipangkas 58,5% pada 2027, Pemerintah Genjot Kendaraan Listrik
Menurut Petrus, pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik lebih tinggi dibandingkan kendaraan berbasis mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).
“Pertumbuhan EV lebih besar daripada pertumbuhan ICE (internal combustion engine). Karena EV pemainnya banyak sekali, mereknya banyak sekali,” terangnya.
OJK : Pembiayaan EV Tembus Rp24,60 Triliun

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman menyampaikan pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan multifinance mencapai Rp24,60 triliun hingga Juni 2026.
Nilai tersebut tumbuh 34,70% secara tahunan (year-on-year/yoy). OJK juga memperkirakan pembiayaan kendaraan listrik masih dapat tumbuh positif hingga akhir 2026.
Di sisi lain, penyaluran pembiayaan mobil baru dan mobil bekas oleh perusahaan multifinance tercatat Rp230,47 triliun hingga Juni 2026. Nilai tersebut mengalami kontraksi 3,25% secara tahunan.
“OJK memperkirakan kinerja pembiayaan kendaraan, termasuk kendaraan listrik, akan membaik seiring dengan peningkatan permintaan kendaraan,” ungkap Agusman.

Selain itu, pemberian insentif kendaraan listrik diharapkan dapat meningkatkan permintaan EV dan berdampak terhadap pertumbuhan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik.
OJK juga mendorong perusahaan multifinance untuk menyesuaikan strategi bisnis serta memperkuat manajemen risiko dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik.
Baca Juga : Gandeng VGreen Indonesia, MPIX Jajaki Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik
Menurutnya, penyelenggaraan pameran otomotif seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) juga dinilai dapat mendorong penjualan kendaraan dan meningkatkan kebutuhan pembiayaan.

