EBuzz – Tekanan jual terhadap saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) belum mereda. Saham emiten yang baru saja dikuasai Grup Djarum ini kembali terkunci di batas Auto Rejection Bawah (ARB) pada perdagangan Kamis (6/8/2026), menandai ARB tiga hari berturut-turut sejak Selasa (4/8/2026).
Saham BACH ambles 14,86% atau 110 poin ke level Rp630 per saham, berdasarkan data Stockbit hingga akhir sesi I perdagangan hari ini. Saham ini bahkan dibuka langsung di level ARB, mengindikasikan tekanan jual yang sudah terakumulasi sejak awal sesi.
Nilai transaksi tercatat Rp112,48 miliar dengan volume 1,78 juta lot dan harga rata-rata Rp631 per saham. Pasar mencatat aktivitas transaksi yang cukup ramai meski harga terkunci di batas bawah.
Orderbook Timpang, Antrean Beli Kosong
Kondisi orderbook BACH menunjukkan tekanan jual yang masih sangat kuat. Investor tidak menyisakan satupun antrean beli (bid), sementara antrean jual (offer) menumpuk hingga total 478.944 lot dengan frekuensi 4.697 kali.
Antrean jual terbesar bertengger tepat di level ARB Rp630 sebanyak 291.753 lot dengan frekuensi 2.700 kali. Sisa antrean jual tersebar di level Rp635 sebanyak 11.401 lot, Rp640 sebanyak 5.723 lot, Rp645 sebanyak 4.569 lot, hingga Rp675 sebanyak 7.584 lot.
Rentetan Koreksi Sejak Selasa
Rentetan ARB BACH dimulai pada Selasa (4/8/2026), ketika saham ini anjlok 14,78% atau 150 poin ke Rp865 dengan nilai transaksi Rp204,46 miliar. Tekanan jual berlanjut pada Rabu (5/8/2026) dengan koreksi 14,45% atau 125 poin ke level Rp740, meski nilai transaksi menyusut drastis menjadi hanya Rp18,74 miliar seiring keringnya likuiditas pasar.
Dengan koreksi hari ini, saham BACH sudah terpangkas sekitar 37,9% dari level puncaknya di Rp1.015 pada Senin (3/8/2026). Investor yang masuk pada puncak reli kini menanggung kerugian signifikan dalam waktu singkat.
Reli Fantastis Sebelum Koreksi Tajam
Saham BACH sebelumnya mencatatkan reli tajam dengan penguatan berturut-turut sebesar 1,90% pada 27 Juli, 10,28% pada 28 Juli, 12,71% pada 29 Juli, 15,04% pada 30 Juli, 15,03% pada 31 Juli, dan 15,34% pada 3 Agustus. Akumulasi kenaikan tersebut membuat saham BACH melonjak hampir 93% hanya dalam enam hari perdagangan.
Baca Juga Kemenkeu Ambil Alih Utang Proyek Whoosh, Kelola Lewat SMV Fiskal
Asing Balik Arah Jadi Net Sell
Aliran dana asing turut berbalik arah seiring koreksi harga saham. Sepanjang pekan ini, investor asing membukukan net sell di pasar reguler senilai Rp5,29 miliar, dengan nilai jual (F Sell) mencapai Rp44,65 miliar berbanding nilai beli (F Buy) sebesar Rp39,36 miliar.
Pola ini berbalik dari periode sebelumnya, di mana grafik net foreign flow menunjukkan investor asing sempat konsisten mencatatkan net buy dalam jumlah besar sepanjang akhir Juli hingga awal Agustus. Momentum pembelian asing tersebut bertepatan dengan periode reli saham BACH, sebelum akhirnya berbalik menjadi net sell tajam saat harga mulai terkoreksi.

