EBuzz – PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) memperoleh fasilitas pinjaman kredit investasi kendaraan niaga (KI KENANGA) dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan nilai maksimal Rp130,5 miliar.
Fasilitas pembiayaan tersebut diperoleh untuk memenuhi peningkatan kebutuhan layanan transportasi dari pelanggan. Dana pinjaman akan dialokasikan untuk pembelian unit kendaraan baru yang akan digunakan dalam kegiatan operasional.

Direktur Utama GTRA Ronny Senjaya mengatakan fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk mendukung investasi perseroan dalam pengadaan armada kendaraan niaga baru berupa truk komersial.
“Selain untuk memperluas jangkauan layanan, pengadaan armada anyar ini diharapkan dapat mendongkrak omzet perusahaan serta melakukan peremajaan terhadap unit kendaraan lama yang membutuhkan biaya perawatan tinggi,” ujar Ronny dalam keterbukaan informasi, Kamis (5/8/2026).
Menurut Ronny, transaksi fasilitas kredit tersebut termasuk dalam kategori Transaksi Material berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 Tahun 2020. Nilai fasilitas sebesar Rp130,5 miliar setara dengan 32,11% dari total ekuitas perseroan yang tercatat sebesar Rp406,38 miliar per 30 Maret 2026.
Tenor Pinjaman

Meski masuk kategori transaksi material karena nilainya melebihi 20% dari ekuitas, transaksi pinjaman dengan lembaga perbankan tersebut dikecualikan dari kewajiban menggunakan penilai independen dan tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dahulu.
Berdasarkan perjanjian kredit, fasilitas tersebut memiliki tenor maksimal enam tahun atau 72 bulan. Adapun masa penarikan fasilitas berlangsung selama enam bulan sejak pengikatan kredit pertama.
BCA menetapkan tingkat suku bunga sebesar 7,50% per tahun yang berlaku tetap selama satu tahun pertama sejak masing-masing pencairan dana. Pembayaran pokok pinjaman memiliki jatuh tempo maksimal enam tahun dari setiap pencairan.
Sebagai jaminan atas fasilitas kredit, GTRA memberikan fidusia sebesar 100% atas setiap unit truk komersial yang dibiayai melalui fasilitas tersebut. Ronny menegaskan bahwa BCA tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan.

“Perseroan memastikan transaksi ini tidak memberikan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan secara keseluruhan, maupun kelangsungan usaha perseroan,” kata Ronny.
Baca Juga : Genjot Ekspansi, GrahaTrans (GTRA) Yakin Raup Omzet Rp500 Miliar di 2025
Dengan fasilitas tersebut, perseroan akan menambah armada kendaraan niaga untuk mendukung kapasitas operasional sekaligus melakukan peremajaan terhadap kendaraan lama.

