Kinerja Solid, Chandra Asri (TPIA) Cetak Laba dan Pendapatan

EBuzz– PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja keuangan positif pada semester I-2026 dengan membukukan pendapatan sebesar US$5,3 miliar, EBITDA sebesar US$802,6 juta, serta laba bersih sebesar US$371,2 juta.

GM Corporate Communication TPIA, Chrysanthi Tarigan, menjelaskan, kinerja tersebut didukung oleh platform bisnis yang terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, disertai eksekusi operasional serta integrasi aset strategis yang terus berjalan.

“Chandra Asri Group juga memperkuat struktur permodalan melalui peningkatan porsi saham free float menjadi 25,7% dan penyelesaian penerbitan tahap akhir Obligasi Berkelanjutan V senilai Rp6 triliun yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscription),” jelas Chrysanthi dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga : TPIA Kembangkan CA-EDC Tahap II, Investasi Tembus US$1 Miliar

Chrysanthi menambahkan, pada segmen energi, perseroan melanjutkan integrasi pascaakuisisi melalui transisi jaringan SPBU Esso beserta fasilitas cold storage. Perseroan juga melaporkan pembangunan fasilitas CSU dan SBM di Pulau Bukom terus berjalan menuju tahap operasional sebagai bagian dari proses integrasi pascaakuisisi Aster.

“Perseroan menyatakan fasilitas tersebut diproyeksikan memberikan tambahan EBITDA sekitar US$20 juta per bulan mulai kuartal IV-2026. Di segmen kimia, pembangunan pabrik Chlor Alkali Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai progres 72% dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027,” tegasnya.

Ekspansi Ekspor C2

Selain itu, perseroan telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai US$80 juta. Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta meningkatkan integrasi operasi Aster di Singapura dengan platform kimia hilir perseroan di Indonesia.

Menurutnya, Chandra Asri Group membentuk joint venture Aster Power Sembcorp CDI dan mengoperasikan Aster Ports & Terminals mulai 1 Juli 2026 sebagai platform pelabuhan terintegrasi yang melayani kebutuhan operasional internal maupun pelanggan pihak ketiga.

“Chandra Asri Group terus memperkuat platform terintegrasinya melalui eksekusi yang disiplin, investasi strategis, dan pengembangan proyek-proyek utama di sektor Energi, Kimia, dan Infrastruktur. Dengan fondasi tersebut, Chandra Asri Group berada pada posisi yang semakin kuat untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan serta mendukung pengembangan industri di Asia Tenggara,” tutup Chrysanthi.

Pada segmen infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memperluas bisnis kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik melalui kolaborasi antara SCG Barito Logistics dan Krakatau Bandar Samudera untuk menjajaki pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry container storage, serta layanan lift-on/lift-off (LOLO) di Krakatau International Port.

Baca Juga : Chandra Asri (TPIA) Tingkatkan Nilai Pinjaman Dua Entitas Anak Usaha

Perseroan juga melaporkan pembangunan fasilitas tangki bitumen telah mencapai sekitar 75%. Sementara itu, kapal logistik Novah telah menyelesaikan pelayaran perdana dan sandar perdana untuk mendukung penguatan jaringan logistik dan kapabilitas maritim grup.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini