Harga Saham Makin Mahal, Emiten Inaco (JELI) Beri Sinyal Stock Split

EBuzz – Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) terus menunjukkan performa impresif sejak melantai di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan hari ini, saham JELI kembali menyentuh ARA di level Rp1.755 per saham. Apabila pada perdagangan besok kembali menyentuh ARA, maka saham JELI berpotensi mencapai Rp2.190 per saham.

Penguatan tersebut mencerminkan tingginya antusiasme investor terhadap emiten produsen makanan dan minuman dengan merek INACO tersebut. Seiring lonjakan harga saham dalam waktu singkat, mulai beredar spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai potensi aksi korporasi berupa stock split.

Direktur Utama JELI Adhi S Lukman menyebutkan, di balik penguatan harga sahamnya, JELI juga didukung oleh fundamental yang semakin solid. Perseroan membukukan lonjakan laba bersih sekitar 220% menjadi Rp38,4 miliar pada 2025, dibandingkan Rp12,4 miliar pada 2024.

Peningkatan laba tersebut berhasil dicapai meskipun pendapatan terkoreksi 4,49%, dari Rp788,4 miliar pada 2024 menjadi Rp753,01 miliar pada 2025, yang menunjukkan keberhasilan Perseroan meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas.

“Kinerja operasional Perseroan juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. EBITDA margin meningkat menjadi sekitar 28,14% pada 2025, sementara Return on Equity (ROE) melonjak dari 9,81% pada 2024 menjadi 26,82% pada 2025. Di sisi lain, struktur permodalan Perseroan semakin sehat dengan Debt to Equity Ratio (DER) yang turun dari 3,41 kali pada 2023 menjadi 2,79 kali pada 2025, mencerminkan pengelolaan neraca yang semakin kuat,” jelas Adhi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7/2026).

Target Pertumbuhan JELI

Ke depan, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 26% pada 2026 melalui peningkatan kapasitas produksi, inovasi produk, pengembangan pasar, serta perluasan jaringan distribusi. Selain itu, berdasarkan prospektus, JELI juga berkomitmen untuk membagikan dividen tunai mulai tahun buku 2026 dengan rasio hingga 30% dari laba bersih, dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebutuhan investasi Perseroan.

“Kombinasi antara kinerja fundamental yang terus membaik, prospek pertumbuhan bisnis yang positif, serta komitmen pembagian dividen menjadi faktor yang mendorong optimisme investor terhadap JELI,” paparnya.

Tidak mengherankan apabila di tengah reli harga saham yang menembus level psikologis Rp2.000, mulai muncul berbagai spekulasi mengenai kemungkinan Perseroan melakukan stock split untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Mengingat jumlah lembar beredar yang masih relatif kecil.

Baca Juga : Baru Dua Hari IPO, Saham Produsen Inaco (JELI) Melonjak 24 Persen

Meski demikian, hingga saat ini Perseroan belum menyampaikan rencana resmi terkait aksi korporasi tersebut. Oleh karena itu, rumor mengenai stock split masih merupakan spekulasi pasar, sementara fokus utama Perseroan tetap pada penguatan fundamental dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini