EBuzz – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan adanya potensi tambahan nilai perdagangan karbon domestik berkisar antara Rp560,9 miliar hingga Rp1,39 triliun. Likuiditas baru tersebut berasal dari sejumlah proyek yang saat ini masuk dalam pipeline.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa estimasi nilai tersebut diperoleh dari kalkulasi potensi unit karbon tambahan yang dapat diperdagangkan, yakni mencapai 9,5 juta ton CO2e.
“Kalau kita lihat, total proyeksi unit karbon tambahan yang dapat diperdagangkan sebesar 9,5 juta ton CO2e atau setidaknya senilai Rp560,9 miliar hingga Rp1,39 triliun, dengan mengacu pada harga unit karbon yang diperdagangkan di IDXCarbon saat ini,” ujar Friderica dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Wanita yang disapa Kiki ini menegaskan, tambahan pasokan sebesar 9,5 juta ton CO2e tersebut bersumber dari dua lini proyek, yakni proyek baru di mana terdapat 49 proyek proponen baru dalam pipeline yang diperkirakan mampu memasok unit karbon hingga 7,69 juta ton CO2e. Kemudian, proyek berjalan sebanyak 10 proyek yang telah berjalan diproyeksikan memberikan tambahan pasokan (supply) baru sebesar 2,15 juta ton CO2e.
Volume Transaksi Bursa Karbon

Sejak resmi diluncurkan pada 26 September 2023 hingga posisi 30 April 2026, Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon tercatat telah merangkul 155 pengguna jasa terdaftar. Selain itu, bursa juga telah mengamankan 10 proyek Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).
Secara agregat, volume transaksi yang berhasil dibukukan di IDXCarbon mencapai 1,98 juta tCO2e. Dari volume tersebut, akumulasi nilai transaksi keseluruhan tercatat berada di angka Rp93,75 miliar.
Baca Juga : IDXCarbon Dinobatkan sebagai Bursa Karbon Terbaik Emerging Market 2025
Pihak otoritas mengonfirmasi bahwa realisasi nilai transaksi bursa karbon domestik yang mencapai Rp93,75 miliar ini relatif masih lebih kecil jika disandingkan dengan bursa karbon global. Sebagai perbandingan, nilai perdagangan karbon di Uni Eropa tercatat telah menembus USD700 miliar, sementara bursa karbon di China telah mencapai USD40 miliar.

