OJK Sebut Pasar Modal RI Masih Kebal Ditengah Volatilitas Global

EBuzz – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan resiliensi dan likuiditas pasar modal Indonesia tetap terjaga dengan baik, meskipun pasar keuangan global tengah dihantam volatilitas akibat ketidakpastian konflik geopolitik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa indikator kesehatan pasar tetap stabil. Hal ini tercermin dari rata-rata spread bid-ask saham yang bertahan rendah di level 1,33 kali pada April 2026.

“Di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik secara keseluruhan tetap terjaga dengan baik,” ujar Hasan Fawzi dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) April 2026 secara daring di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (6/5).

Kondisi positif juga merambah ke pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) terpantau naik 0,74% year on year (yoy) ke level 436,38 pada April 2026. Penguatan ini didukung oleh penurunan rata-rata yield Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 3,9 basis poin.

Sementara, untuk Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp711,89 triliun, tumbuh 2,32 persen month to month (mtm) atau 5,41 persen year to date (ytd). Pertumbuhan ini didorong oleh net subscription sebesar Rp8,11 triliun sepanjang April 2026, yang secara total mencapai Rp37,24 triliun sejak awal tahun.

“Investor non-residen juga mencatatkan net buy sebesar Rp8,8 triliun di pasar SBN secara month-to-date hingga 29 April 2026,” tambahnya.

Selain itu, sepanjang April 2026, OJK mencatat terdapat penambahan signifikan sebanyak 1,74 juta investor baru. Dengan lonjakan tersebut, total investor pasar modal Indonesia kini menembus angka 26,49 juta, atau tumbuh tajam 30,06 persen secara year to date.

Penghimpunan Dana IPO

Hasan juga memastikan pasar modal tetap menjadi mesin pembiayaan jangka panjang yang efektif. Nilai penghimpunan dana (fundraising) korporasi tercatat mencapai Rp56,35 triliun, dengan 71 rencana penawaran umum masih berada dalam pipeline perizinan OJK per April 2026. “Selain itu, penghimpunan dana melalui securities crowdfunding (SCF) mencapai Rp1,93 triliun,” tegas Hasan.

Di sektor pasar karbon, tercatat sebanyak 155 pengguna jasa dengan total volume transaksi mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen, setara nilai transaksi Rp93,75 miliar. Sementara itu, volume transaksi kumulatif pasar derivatif mencapai 143.217 lot.

Baca Juga : Hingga April 2026, OJK Jatuhkan Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal

Terkait penegakan hukum, OJK tidak kendur dalam menjatuhkan sanksi. Hingga April 2026, sanksi administratif berupa denda sebesar Rp85,04 miliar telah dijatuhkan kepada 97 pihak, ditambah denda keterlambatan senilai Rp47,84 miliar kepada 180 pihak.

“Sepanjang April 2026 OJK mengenakan denda Rp22,26 miliar kepada sejumlah pihak, termasuk pengendali, direksi, komisaris, emiten, perusahaan efek, akuntan publik, dan pihak lainnya,” ungkapnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini