EBuzz – Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara memastikan bahwa proses merger atau konsolidasi tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor infrastruktur tetap berjalan, meski mengalami penyesuaian jadwal. Melalui merger ini, Pemerintah menargetkan terciptanya pilar infrastruktur nasional yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengonfirmasi bahwa penggabungan raksasa konstruksi pelat merah ini diprediksi mundur dari target awal Juni 2026, namun dipastikan rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini.
“Kemungkinan besar (merger BUMN karya) itu mundur setelah saya lihat timeline-nya. Tapi, yang pasti tahun ini selesai,” ujar Dony Oskaria saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/4/2026). (29/4).
Pembersihan Portofolio Bisnis

Menurut Dony, penyesuaian jadwal ini disebabkan oleh adanya tahapan krusial yang harus dilalui oleh masing-masing perusahaan sebelum memasuki proses penggabungan. Tahap awal yang menjadi prioritas adalah pembersihan portofolio bisnis dengan melepas lini bisnis yang tidak terkait dengan bisnis inti atau non-core business di bidang konstruksi.
Saat ini, beberapa BUMN karya tercatat memiliki unit bisnis yang beragam, mulai dari sektor fiber optik, sistem penyediaan air minum (SPAM), hingga pengelolaan jalan tol. Langkah pelepasan aset ini menjadi strategi utama pemerintah untuk menyehatkan struktur keuangan perusahaan sebelum bersatu.
“Ini akan kami divestasikan dulu, sehingga itu untuk menurunkan utang-utang mereka (BUMN karya),” ucapnya.
Ia menekankan bahwa proses divestasi ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena melibatkan pembedahan bisnis secara mendalam pada setiap perusahaan. Pemerintah berkomitmen agar proses pelepasan aset ini tidak dilakukan secara terburu-buru demi menjaga nilai komersial perusahaan.

“Kita tidak boleh melakukan divestasi yang tidak menguntungkan. Kita tentu harus memastikan bahwa apa yang kita divestasi juga memberikan manfaat dan keuntungan, terutama menurunkan kewajiban BUMN karya sebelum mereka dikonsolidasikan,” kata Dony.
Baca Juga : PTPP Siap Patuhi Mandat Danantara soal Merger BUMN Karya
Adapun tujuh BUMN karya yang masuk dalam daftar penggabungan ini meliputi PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya (Persero).

