Pacu Kinerja 2026, Pelangi Indah Canindo (PICO) Bidik Penjualan Tumbuh 10 Persen

EBuzz – Emiten manufaktur kemasan logam, PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO), membidik pertumbuhan kinerja yang agresif pada tahun buku 2026. Perseroan menargetkan pendapatan penjualan mampu tumbuh 10% secara tahunan (yoy), sementara laba bersih diharapkan melesat hingga dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun 2025.

Corporate Secretary PICO, Anton, memaparkan bahwa, target optimis tersebut berkaca pada tren pertumbuhan di tahun sebelumnya. Di mana sepanjang tahun 2025, PICO membukukan pendapatan sebesar Rp582,3 miliar dengan perolehan laba bersih mencapai Rp5 miliar. Realisasi laba bersih tersebut melonjak signifikan dari capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2,8 miliar.

“Target penjualan 2026 meningkat 10% dan target laba meningkat 2 kali dari tahun sebelumnya,” jelas Anton dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/6/2026).

Guna merealisasikan target tersebut, Anton menambahkan, perseroan tengah mengandalkan strategi ekspansi kapasitas produksi pada fasilitas pabrik di Tangerang. Portofolio bisnis perseroan akan diperkuat melalui penambahan lini produksi tong baja dari satu lini menjadi dua lini produksi.

“Perusahaan juga menerapkan kebijakan mutu ketat melalui konsep zero defect serta ketepatan waktu pengiriman guna menjaga retensi pelanggan,” ucapnya.

Sementara itu, perseroan tidak menampik adanya tantangan dari fluktuasi makroekonomi. Penguatan kurs dolar AS diakui berdampak langsung pada kenaikan harga bahan baku yang mengerek kebutuhan modal kerja perseroan.

Untuk itu, kata Anton, manajemen menerapkan strategi mitigasi berupa penyaringan ketat terhadap portofolio pelanggan. “Kami harus selektif melayani customer yang memberikan kontribusi margin yang baik,” tegas manajemen.

Absen Bagikan Dividen

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PICO menyetujui alokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Dari total laba bersih sebesar Rp5 miliar, pemegang saham sepakat mengalokasikan Rp100 juta sebagai dana cadangan wajib guna memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-Undung Perseroan Terbatas.

Baca Juga : Biaya Konstruksi Bengkak, PWON Rem Akselerasi Proyek di IKN

Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp4,89 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan dan modal kerja emiten ke depan. Dengan keputusan alokasi tersebut, perseroan memastikan tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini