EBuzz – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 dengan nilai pokok sebesar Rp98,065 miliar.
Berdasarkan prospektus perseroan yang diterbitkan Senin (9/3/2026), penerbitan ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi perseroan dengan target penghimpunan dana hingga Rp400 miliar.
Dalam penerbitan tahap IV ini, obligasi dibagi menjadi tiga seri dengan tingkat bunga tetap dan jangka waktu yang berbeda:
- Seri A: Nilai pokok Rp7,705 miliar, bunga 8,25% per tahun, tenor 370 hari.
- Seri B: Nilai pokok Rp85,785 miliar, bunga 9,75% per tahun, tenor 3 tahun.
- Seri C: Nilai pokok Rp4,575 miliar, bunga 11% per tahun, tenor 5 tahun.
Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 11 Juni 2026.
Sementara itu, jatuh tempo masing-masing seri adalah:
- 21 Maret 2027 untuk Seri A
- 11 Maret 2029 untuk Seri B
- 11 Maret 2031 untuk Seri C
Perseroan menyampaikan bahwa seluruh dana hasil penerbitan obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk modal kerja perusahaan.
Dana tersebut akan dialokasikan antara lain untuk pembelian persediaan tandan buah segar (TBS) dan minyak kelapa sawit, biaya pemeliharaan tanaman menghasilkan seperti pupuk dan energi, serta kebutuhan operasional lainnya.
Baca juga: Naik Tipis, ITMG Catatkan Produksi Batubara 21,2 Juta Ton di 2025
Obligasi ini telah memperoleh peringkat idA- (Single A Minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Selain itu, seluruh obligasi yang ditawarkan juga direncanakan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Adapun jadwal penawaran umum obligasi berlangsung pada 9 Maret 2026, dengan tanggal penjatahan pada 10 Maret 2026 dan distribusi obligasi secara elektronik pada 11 Maret 2026. Sementara pencatatan di BEI dijadwalkan pada 12 Maret 2026.
Dalam aksi korporasi ini, PT BNI Sekuritas dan PT KB Valbury Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dengan skema full commitment. Sedangkan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.

