EBuzz – SKK Migas bersama Conrad Asia Energy resmi menandai dimulainya tahap implementasi Final Investment Decision (FID) pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.
Lapangan gas ini dioperasikan oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL). Lapangan Gas Mako merupakan proyek investasi strategis yang dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Dalam struktur terbaru, PT Nations Natuna Barat entitas di bawah Arsari Group akan menjadi pemegang mayoritas hak partisipasi di Blok Duyung.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan bahwa, implementasi FID Lapangan Gas Mako merupakan langkah strategis menjaga kesinambungan pasokan gas nasional.
“Keputusan investasi ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dan KKKS untuk mempercepat pengembangan lapangan gas potensial yang diharapkan berkontribusi signifikan terhadap produksi gas nasional,” ujarnya. (2/3).
Ia menambahkan, SKK Migas akan mengawal proyek agar berjalan tepat waktu, tepat biaya, serta memenuhi aspek keselamatan dan kepatuhan regulasi. “Pengembangan Proyek Mako memasuki rangkaian fase utama mulai dari Pre FID pada 2025 hingga mencapai First Gas pada Q4-2027,” tambah Djoko.
Komitmen Arsari Group dalam Ketahanan Energi

Chairman Conrad Asia Energy Peter Botten menyampaikan bahwa tercapainya FID merupakan hasil kolaborasi erat antara KKKS Wilayah Kerja Duyung, SKK Migas, instansi pemerintah, PLN EPI sebagai offtaker, serta mitra nasional.
“Proyek ini ditargetkan dapat beroperasi sesuai jadwal untuk mendukung kebutuhan energi nasional,” katanya.
Sementara itu, Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan keterlibatan Arsari Group dalam proyek kali ini merupakan komitmen jangka panjang untuk mendukung ketahanan energi nasional.
“Dengan pengalaman panjang dan teruji sektor migas serta dukungan pembiayaan yang solid, kami optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta penguatan ketahanan energi Indonesia,” ucap Hashim.
Proyek Mako memasuki rangkaian fase utama mulai dari Pre-FID pada 2025 hingga target First Gas pada November 2027. Kegiatan mencakup engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start-up.
![]()
Lapangan Gas Mako diperkirakan mulai berproduksi (onstream) pada kuartal IV tahun 2027 dan diharapkan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sektor hulu migas Indonesia.
Seremonial dimulainya implementasi FID digelar di Kantor SKK Migas, Jakarta, Senin (2/3/2026), dan dihadiri Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, pengusaha Hashim S. Djojohadikusumo, serta perwakilan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), dan Bank Negara Indonesia.

