EBuzz – PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) resmi menandatangani MoU dengan PT Dwimukti Graha Kencana (DGK) terkait rencana investasi strategis. Informasi tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (13/1/2026)
PT Dwimukti Graha Kencana (DGK) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor restoran, kafe, bar, serta perdagangan, dan dikenal sebagai pemilik Desa Kitsune di Bali.
Desa Kitsune merupakan sebuah kawasan lifestyle terpadu yang berlokasi Canggu, Bali, dengan luas sekitar 5.000 meter persegi, yang dirancang menyerupai konsep desa modern.
Model bisnis Desa Kitsune menitikberatkan pada experience based business, menyasar segmen wisatawan dan konsumen melalui perpaduan layanan food & beverage, ruang komunal, serta aktivitas pendukung gaya hidup, sehingga tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pada penciptaan ekosistem kuliner dan hiburan dalam satu lokasi
Melalui MoU tersebut, SOTS berencana melakukan penyertaan modal ke DGK dengan sumber pendanaan yang berasal dari hasil rights issue. Dengan investasi ini, SOTS ditargetkan menjadi pemegang saham pengendali di DGK, meskipun realisasi transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah prasyarat
Perseroan sebelumnya berencana menerbitkan hingga 1,37 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Namun, pelaksanaan rights issue tersebut saat ini masih ditunda, dimana jadwal RUPSLB yang sebelumnya 28 Januari 2026 menjadi 31 Maret 2026
Manajemen SOTS menegaskan bahwa MoU dengan DGK masih bersifat preliminer dan menjadi kerangka awal kerja sama. Transaksi final baru akan direalisasikan setelah melalui proses pemeriksaan menyeluruh dan dituangkan dalam perjanjian definitif. Oleh karena itu, pada tahap ini MoU tersebut belum menimbulkan dampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan
Di tengah rencana ekspansi tersebut, pergerakan saham SOTS menunjukkan respons pasar yang sangat agresif. Pada perdagangan Selasa (13/01/26), saham SOTS diperdagangkan di kisaran Rp4.020 per saham, melonjak lebih dari 24% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp3.220. Dalam satu bulan terakhir, saham SOTS tercatat telah melonjak sekitar 273%, mencerminkan tingginya minat investor terhadap aksi korporasi dan prospek pengembangan bisnis perseroan.

