WTON Pangkas Target Kontrak Baru Jadi Rp 4 Triliun

WTON Pangkas Target Kontrak Baru Jadi Rp 4 Triliun
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memangkas target perolehan kontrak baru tahun 2026 menjadi Rp 3,8 triliun hingga Rp 4 triliun. Angka ini turun dari target awal perseroan yang dipatok sebesar Rp 5 triliun.

Kontraksi Industri Konstruksi Tekan Target

Direktur Utama WTON Kuntjara menjelaskan bahwa perseroan menyesuaikan target sebagai respons terhadap kontraksi yang melanda industri konstruksi. Kuntjara memaparkan strategi tersebut dalam paparan publik pada Rabu (9/9/2026). Ia menyebut penyesuaian ini juga menjadi bagian dari strategi efisiensi struktur biaya perseroan. Hingga Juli 2026, WTON baru mengantongi kontrak baru senilai Rp 2,27 triliun. Manajemen kini memproses penawaran dan negosiasi sejumlah proyek dengan estimasi nilai lebih dari Rp 1,5 triliun untuk mengejar target hingga akhir tahun.

Fixed Cost Tekan Margin Laba Bersih

Kuntjara mengungkapkan bahwa perseroan menanggung beban biaya tetap atau fixed cost sekitar 3% hingga 4%. Beban ini turut menekan margin laba bersih WTON yang berada di level 0,07% pada kuartal II 2026. Kondisi tersebut mendorong perseroan tetap membutuhkan proyek bervolume besar untuk menjaga tingkat utilisasi fasilitas produksi, meskipun proyek tersebut menawarkan margin yang relatif tipis. Kuntjara menegaskan bahwa perseroan memerlukan proyek besar guna menekan dampak fixed cost dan mencegah terjadinya inefisiensi operasional.

Baca Juga MedcoEnergi (MEDC) Catat Produksi Migas 170 Mboepd, Naik 19%

WTON Ubah Bauran Proyek yang Dibidik

Perseroan mulai mengubah komposisi proyek yang menjadi target bisnisnya. Sektor infrastruktur tetap menjadi kontributor utama kontrak baru karena berperan menjaga utilisasi pabrik. Namun, WTON semakin agresif membidik proyek dari sektor industri, pertambangan, dan kelistrikan. Kuntjara menilai sektor tersebut menawarkan tingkat persaingan yang lebih rendah meski ukuran pasarnya relatif kecil. Ia menambahkan bahwa persaingan yang tidak ketat di sektor tersebut menghasilkan kontribusi margin yang lebih baik bagi perseroan, sejalan dengan upaya WTON memperbaiki profitabilitas di tengah tekanan industri konstruksi secara keseluruhan.