Dunia Kerja Berubah, Career Jungle Dorong Profesional Lebih Adaptif

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) generatif, otomatisasi industri, dan perubahan pola kerja fleksibel mendorong transformasi dunia kerja dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan tersebut turut memengaruhi pola pengembangan karier yang sebelumnya banyak mengikuti jalur linear .

Dunia Kerja Berubah, Career Jungle Dorong Profesional Lebih Adaptif
Penulis Buku Career Jungle
Bacakan Artikel

EBuzz - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) generatif, otomatisasi industri, dan perubahan pola kerja fleksibel mendorong transformasi dunia kerja dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan tersebut turut memengaruhi pola pengembangan karier yang sebelumnya banyak mengikuti jalur linear dari staf hingga manajemen.

Dalam kondisi tersebut, profesional dihadapkan pada perubahan kebutuhan keterampilan, mobilitas pekerjaan, hingga batas antara kehidupan profesional dan pribadi.

World Economic Forum (WEF) menyoroti perkembangan teknologi yang akan mengubah sifat sejumlah pekerjaan sekaligus menciptakan peluang profesi baru. Kondisi tersebut membuat pekerja perlu memperbarui dan mengembangkan keterampilan agar tetap sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurut Melisa Hendrawati, perubahan pola kerja juga mendorong semakin beragamnya jalur karier. Perpindahan antar-divisi, lintas industri, hingga model kerja gig economy menjadi bagian dari perkembangan dunia kerja.

Di sisi lain, konektivitas yang berlangsung sepanjang waktu turut membuat batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan semakin fleksibel. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko kelelahan kerja atau burnout.

“Sejumlah pendekatan dapat dilakukan untuk menghadapi perubahan tersebut, antara lain meningkatkan kelincahan dalam beradaptasi, melakukan reskilling dan upskilling, membangun jaringan profesional, serta memperkuat personal branding,” kata Melisa.

Kemampuan SDM

Melisa menambahkan, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu aspek yang diperlukan ketika terjadi perubahan pada industri maupun jenis pekerjaan. Profesional dituntut untuk dapat mempelajari keterampilan baru sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pekerjaan yang berkembang.

Selain kemampuan teknis, jaringan profesional juga menjadi bagian dari pengembangan karier. Kolaborasi lintas disiplin dapat membuka peluang pekerjaan maupun pengembangan profesional di luar jalur rekrutmen konvensional.

“Pemahaman terhadap kemampuan dan nilai yang dimiliki juga menjadi bagian dari strategi pengembangan karier. Personal branding dan pemahaman terhadap nilai-nilai pribadi dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan arah karier,” imbuhnya.

Perubahan tersebut kemudian menjadi latar belakang penerbitan buku Career Jungle, yang menawarkan panduan praktis bagi profesional dalam menghadapi dinamika dunia kerja modern.

Buku tersebut diluncurkan pada 30 Agustus 2026 di Gramedia Jalma Blok M, Jakarta Selatan. Career Jungle diinisiasi oleh tiga penulis dengan latar belakang profesional yang beragam.

Buku ini membahas strategi menghadapi perubahan dunia kerja dengan menggunakan analogi karier sebagai sebuah rimba. Pendekatan tersebut digunakan untuk menggambarkan beragam peluang, perubahan, serta tantangan yang dapat dihadapi profesional dalam perjalanan karier.

Baca Juga : Perkuat Modal Kerja, ASSA Kantongi Kredit Rp600 Miliar dari OCBC

Melalui Career Jungle, para penulis memperkenalkan pendekatan yang menekankan pentingnya memiliki arah dalam menentukan perjalanan karier, di tengah perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Buku Career Jungle telah tersedia di jaringan toko buku Gramedia dan melalui kanal penjualan daring.