Triniti Properti (TRIN) Pasang Target Marketing Sales Rp6,83 Triliun di 2030

EBuzz – Emiten pengembang real estat, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), menetapkan target jangka panjang dengan membidik nilai pendapatan pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp6,83 triliun pada tahun 2030.

Target tersebut mencerminkan lonjakan signifikan dibandingkan dengan sasaran marketing sales tahun buku 2026 yang dipatok pada kisaran Rp1,82 triliun.

Manajemen TRIN memproyeksikan bahwa, lompatan performa tersebut akan ditopang oleh tiga pilar strategi utama, yakni akselerasi penjualan proyek eksisting, pengembangan pipeline lahan baru, serta diversifikasi portofolio untuk mempertebal porsi recurring income.

“Pertumbuhan top-line perseroan didorong oleh momentum pemulihan serapan pasar pada dua proyek andalan, yaitu Sequoia Hills dan Collins Boulevard,” ucap Manajemen dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/6/2026).

Skema Pembiayaan Ekspansi Jangka Jauh

Manajemen menegaskan, untuk memitigasi ketergantungan pada pendapatan dari penjualan properti yang bersifat siklikal, TRIN memperluas ekspansi ke sektor hospitality dan lifestyle. Langkah ini direalisasikan melalui kemitraan strategis dengan beberapa korporasi, termasuk Prime Land dan Artotel Group.

“Melalui perluasan lini usaha ini, perseroan membidik struktur arus kas yang lebih stabil dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan nilai jual kawasan komersial yang dikembangkan. Kendati demikian, eksekusi ekspansi ini akan dijalankan secara disiplin dan bertahap demi menjaga rasio kesehatan struktur modal perbankan hingga akhir dekade ini,” tegasnya.

Terkait dengan kebutuhan belanja modal dan pendanaan ekspansi menuju target 2030, emiten TRIN tengah mengkaji sejumlah instrumen finansial yang potensial, antara lain optimalisasi arus kas internal, dan penyerapan fasilitas kredit investasi.

Baca Juga : Moncer, Laba Emiten Ponakan Prabowo (TRIN) Tumbuh 62,3% di Kuartal I-2026

Manajemen menambahkan bahwa fokus utama perseroan saat ini adalah menjaga parameter keseimbangan antara pertumbuhan aset dan struktur permodalan. Apabila di masa depan perseroan memutuskan untuk mengeksekusi aksi korporasi material, termasuk penggalangan dana segar melalui pasar modal (equity fundraising), hal tersebut akan dirilis secara resmi sesuai dengan regulasi keterbukaan informasi OJK.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini