SCM Rampungkan Main Hauling Road, Perkuat Jalur Pengangkutan Ore ke Morowali

PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) meresmikan Main Hauling Road (MHR) sepanjang 60 kilometer yang menghubungkan area pertambangan perseroan di Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan fasilitas pengolahan nikel di Morowali.

SCM Rampungkan Main Hauling Road, Perkuat Jalur Pengangkutan Ore ke Morowali
Peresmian Main Hauling Road di Konawe
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) meresmikan Main Hauling Road (MHR) sepanjang 60 kilometer yang menghubungkan area pertambangan perseroan di Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan fasilitas pengolahan nikel di Morowali, Sulawesi Tengah.

MHR tersebut menjadi jalur utama pengangkutan material yang dirancang untuk dilalui kendaraan berat dan truk pengangkut ore. Infrastruktur tersebut dibangun dengan memperhitungkan beban kendaraan yang dapat mencapai ratusan ton.

Dengan adanya MHR, SCM memiliki jalur hauling sendiri untuk mendukung proses pengangkutan material dari area pertambangan hingga fasilitas pengolahan di Morowali tanpa menggunakan jalan umum.

Kepala Teknik Tambang Sulawesi Cahaya Mineral Didik Fotunadi mengatakan, peresmian MHR menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kegiatan operasional pertambangan SCM.

“Setiap hari akan ada unit yang melintas jalur MHR ini. Akan ada ore yang kita angkut dari SCM menuju Morowali. Maka ada target produksi yang harus kita capai. Namun, perlu kita semua ingat, keselamatan adalah hal yang paling utama,” ujar Didik saat pembukaan jalur MHR, Kamis (17/9/2026).

Pembangunan MHR 2 Tahap

Menurut Didik, operasional MHR akan melibatkan aktivitas pengangkutan ore secara rutin sehingga aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam penggunaan jalur tersebut.

Dia menegaskan pekerja wajib menggunakan jalur MHR secara disiplin dan mematuhi ketentuan hauling, termasuk menjaga kecepatan kendaraan dan jarak aman antarkendaraan.

“Target masih bisa kita kejar. Produksi pun dapat kita tingkatkan. Tetapi kalau satu nyawa hilang, tidak ada yang bisa mengembalikannya,” tegasnya.

MHR SCM dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama sepanjang 20 kilometer dikerjakan pada 2021 hingga 2023. Selanjutnya, tahap kedua pembangunan dimulai pada akhir 2023 dan diselesaikan pada September 2026.

Dengan selesainya pembangunan tersebut, jalur MHR kini menghubungkan stockpile SCM di Konawe dengan smelter di Morowali dalam jaringan jalan yang dimiliki SCM.

Baca Juga : Hauling Road Baru Jadi Katalis Positif, Sumbang 1,5 Juta Ton Volume Baru

SCM menyatakan keberadaan jalur hauling tersebut ditujukan untuk meningkatkan kontrol terhadap kegiatan operasional pengangkutan, sekaligus mendukung aspek keselamatan, efisiensi, dan keandalan distribusi material dari tambang menuju fasilitas pengolahan.