Saham Garuda Melesat 33%, Rugi Menyusut 45% di Kuartal I

EBuzz – Harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melonjak 33,33% ke level Rp 72 per saham pada perdagangan Senin (10/8/2026). Lonjakan ini sejalan dengan perbaikan kinerja perseroan pada kuartal I 2026. Garuda Indonesia belum merilis laporan keuangan semester I 2026 karena tengah mempersiapkan dan mengkaji sejumlah aksi korporasi tahun ini, termasuk rencana inbreng lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia kepada anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Garuda Indonesia Group memangkas rugi bersih konsolidasi hingga 45,2% secara tahunan pada kuartal I 2026. Rugi bersih grup tercatat sebesar US$ 41,6 juta, menyusut signifikan dari US$ 75,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan materi presentasi perusahaan.

Pendapatan Tumbuh 5,4%

Pendapatan Garuda Indonesia Group mencapai US$ 762,4 juta pada kuartal I 2026, tumbuh 5,4% secara year on year dari US$ 723,6 juta pada kuartal I 2025. Segmen penerbangan berjadwal menyumbang kontribusi terbesar dengan pendapatan US$ 648,1 juta, naik 7,4% secara tahunan dan menguasai sekitar 80% dari total pendapatan grup. Segmen kargo membukukan pendapatan sebesar US$ 39,6 juta.

Baca Juga Indosat Kejar Proyek AI Rp96.000 GPU Senilai US$ 5,9 Miliar

EBIT Melonjak 47,2%

Pertumbuhan pendapatan yang dibarengi pengendalian biaya mendorong perbaikan profitabilitas Garuda. Laba operasional, atau EBIT, melonjak 47,2% secara tahunan menjadi US$ 46,5 juta dari US$ 31,6 juta pada kuartal I 2025. EBITDA turut naik 7% secara tahunan menjadi US$ 210,4 juta.

Pemulihan jumlah armada turut menopang perbaikan kinerja Garuda. Perseroan menambah enam pesawat serviceable aircraft sepanjang setahun terakhir, sehingga jumlah armada siap terbang kini mencapai 102 unit.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini