EBuzz — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menargetkan kantor cabang luar negeri (KCLN) pertamanya di Arab Saudi mulai beroperasi pada November–Desember 2026, seiring rampungnya proses due diligence bersama otoritas setempat sebagai tahap akhir sebelum izin operasional terbit.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan persiapan pembukaan cabang tersebut berjalan sesuai rencana. “Sekarang kami bersama pihak Arab Saudi sedang menjalani proses due diligence. Kami targetkan akhir tahun, sekitar November–Desember, cabang sudah bisa mulai beroperasi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Pada tahap awal, layanan cabang akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan keuangan jemaah haji dan umrah asal Indonesia, sebelum diperluas ke segmen diaspora dan pelaku usaha yang terhubung dengan ekosistem ekonomi syariah.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari initial approval yang telah dikantongi BSI dari Bank Sentral Arab Saudi (Saudi Central Bank/SAMA) pada 2024. Kehadiran cabang di Arab Saudi diproyeksikan memperkuat jaringan internasional bank syariah terbesar di Indonesia itu.
Baca Juga Baru Masuk Nasdaq-100, Saham SpaceX Anjlok Ke Level Terendah
Basis Nasabah Jumbo
Ekspansi BSI ke Arab Saudi ditopang oleh basis nasabah yang besar dari segmen ibadah. Setiap tahun, Indonesia memberangkatkan sekitar 203 ribu jemaah haji, dengan sekitar 170 ribu orang atau 83% di antaranya merupakan nasabah BSI.
Sementara pada segmen umrah, data Siskopatuh 2025 mencatat jumlah jemaah umrah asal Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta orang per tahun, dengan sekitar 84% di antaranya telah menggunakan layanan BSI.
Dengan skala nasabah tersebut, kehadiran cabang fisik di Arab Saudi berpotensi memangkas ketergantungan pada bank koresponden untuk transaksi lintas negara, sekaligus membuka peluang cross-selling produk keuangan syariah langsung di negara tujuan ibadah tersebut.

