Volume Pulih, Unilever Indonesia Incar Pemulihan Margin di Semester II

EBuzz – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat pemulihan volume penjualan sepanjang semester I 2026, meski profitabilitasnya masih tertahan tekanan biaya bahan baku dan beban operasional. Perseroan berpeluang mencatatkan pemulihan kinerja pada semester II 2026 seiring transformasi bisnis dan penyesuaian harga jual produk.

UNVR mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp16,9 triliun, tumbuh 7,1% secara tahunan. Laba inti konsolidasi tercatat Rp2,1 triliun, meningkat 10,2% secara tahunan. Analis OCBC Sekuritas Jessica Leonardy menjelaskan pertumbuhan pendapatan perseroan utamanya didorong pemulihan volume penjualan dasar, atau Underlying Volume Growth, sebesar 7,3% secara tahunan.

Segmen Home and Personal Care mendominasi dengan pendapatan Rp12,4 triliun, sementara segmen Food and Refreshment menyumbang Rp4,5 triliun.

Harga Jual Naik 3% hingga 5%

Pertumbuhan harga jual rata-rata, atau Underlying Price Growth, diperkirakan berbalik positif pada semester II 2026, disokong kenaikan harga jual produk, atau Average Selling Price, sebesar 3% hingga 5% sejak awal Juni. Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai dampak positif kenaikan harga tersebut akan terlihat lebih jelas pada kuartal III 2026.

Baca Juga ETF Emas Melantai di Bursa, OJK Perluas Investasi Emas

Abida memproyeksikan pendapatan dan laba bersih UNVR sepanjang 2026 masing-masing tumbuh 5,8% dan 12,9% secara tahunan. Kinerja perseroan masih dibayangi lonjakan harga bahan baku utama seperti minyak kelapa sawit, atau CPO, dan kemasan berbasis minyak bumi, serta depresiasi nilai tukar rupiah.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini