Perkuat Modal Anak Usaha, RATU Kucurkan Pinjaman Rp204,6 Miliar

EBuzz – Emiten yang bergerak di sektor energi, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), secara resmi mempublikasikan laporan pelaksanaan transaksi afiliasi berupa pemberian fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada entitas anak usahanya, PT Raharja Energi Tanjung Jabung.

Berdasarkan struktur perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak, plafon maksimal alokasi pembiayaan likuiditas tersebut ditetapkan mencapai Rp204.624.059.255.

Menurut laporan keterbukaan informasi korporasi yang dirilis perseroan, eksekusi pemindahbukan dana pinjaman dalam koridor hubungan afiliasi langsung ini telah resmi dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2026.

PT Raharja Energi Tanjung Jabung selaku korporasi penerima pembiayaan berstatus sebagai entitas terkendali yang berada di bawah pengawasan langsung perseroan. Manajemen menjelaskan bahwa penyerapan modal investasi ini merupakan wujud nyata dari realisasi pendanaan yang bersumber dari hasil Penawaran Umum Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026.

Menurut manajemen RATU, perjalanan kontrak ini kemudian mengalami modifikasi pada tanggal 12 Januari 2026, di mana Direktur Utama PT Raharja Energi Cepu, Sumantri, bersama dengan Direktur PT Raharja Energi Tanjung Jabung, Adrian Hartadi, menandatangani dokumen Addendum I untuk menyepakati perubahan terbatas pada volume pagu kredit.

“Perseroan menyepakati batas maksimal pinjaman sebesar Rp204,6 miliar. Kepastian jumlah dana maksimum yang dikucurkan disesuaikan setelah proses Penawaran Umum Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 selesai dilakukan. Perubahan ini hanya berfokus pada nilai pinjaman dan tidak mengubah ketentuan lain yang telah diatur dalam perjanjian awal,” kata Manajemen dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2026).

Sementara itu, realisasi angka nominal pembiayaan definitif tersebut sengaja disesuaikan secara presisi segera setelah target penghimpunan dana dari instrumen surat utang Penawaran Umum Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 rampung diakumulasikan.

Baca Juga : Perkuat Portofolio, Raharja Energi (RATU) Kuasai 100% Saham SMS Development

Perusahaan menegaskan bahwa, revisi amandemen ini semata-mata ditujukan pada penyesuaian nominal likuiditas, tanpa melakukan intervensi ataupun perubahan terhadap syarat-syarat teknis serta ketentuan hukum komersial lainnya yang telah disepakati pada draf perjanjian fundamental sebelumnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini