EBuzz – Emiten sektor energi PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Madura (REM) berencana untuk mengambil alih 100% saham SMS Development Limited (SMSD).
Langkah strategis ini bukan sekadar pengambilalihan entitas, melainkan pintu masuk bagi RATU untuk memiliki 20% participating interest pada Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) di Selat Madura secara tidak langsung. Mengingat besarnya skala akuisisi, nilai transaksi ini mencapai angka fantastis yakni 249,49% dari total ekuitas perseroan per 31 Desember 2025.

Direktur Utama RATU, Sumantri, menegaskan bahwa, nilai transaksi utama untuk pengalihan saham ditetapkan sebesar US$ 62.510.594. Angka tersebut masih ditambah dengan novasi pinjaman pemegang saham senilai US$ 59.208.570. Tak berhenti di situ, terdapat potensi pembayaran tambahan (contingent payment) hingga US$ 19,5 juta yang bergantung pada perpanjangan kontrak production sharing contract (PSC).
Ia juga menegaskan, aksi korporasi ini diproyeksikan bakal mempertebal pundi-pundi keuntungan perusahaan di masa depan.
“Seluruh rangkaian transaksi ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham melalui kontribusi laba dari entitas asosiasi serta memperkuat posisi usaha di sektor hulu energi,” tegas Sumantri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/5/2026). (8/5).
Cadangan Migas

Lebih lanjut Sumantri menambahkan, RATU akan memiliki akses langsung pada cadangan migas yang melimpah. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, cadangan gross (2P) HCML tercatat sebesar 8,53 MMbbl kondensat dan 530,92 BCF gas penjualan.
“Proyeksi produksi harian dari wilayah kerja Madura Strait pada tahun 2026 pun cukup menggiurkan, yakni sekitar 220 MMSCFD gas dan 2.990 BOPD kondensat,” ungkapnya.
Sementara itu dari sisi pendanaan, PT REM berencana menarik fasilitas pembiayaan dari lembaga keuangan hingga US$ 100 juta. Guna memuluskan pinjaman tersebut, perseroan menyiapkan jaminan perusahaan (corporate guarantee) dengan estimasi eksposur maksimum US$ 78,19 juta.
Baca Juga : Pendapatan dan Laba Sang RATU Naik Nih
“Untuk memitigasi risiko keuangan yang membayangi, perseroan menggandeng PT Petro Indo Pasifik (PT PIP) untuk berbagi tanggung jawab jaminan secara proporsional. Dalam kesepakatan tersebut, RATU akan menanggung beban jaminan sebesar 51%, sementara PT PIP menanggung sisanya sebesar 49%,” papar Sumantri.

