EBuzz – Emiten produsen makanan dan minuman kesehatan, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (kode emiten: RLCO), melaporkan perkembangan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) yang berjalan konsisten dengan peta jalan (roadmap) bisnis perseroan hingga periode tahun 2027.
Di mana, perseroan tercatat telah merealisasikan penyerapan dana modal sebesar Rp57.740.000.000 dari keseluruhan total perolehan dana bersih hasil penawaran umum perdana yang berjumlah Rp100.230.000.000. Seluruh realisasi penggunaan dana modal tersebut dialokasikan secara presisi sesuai dengan ketentuan rencana yang tertuang di dalam dokumen Prospektus penawaran umum.
![]()
Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Edwin Pranata, menjelaskan bahwa skema penyerapan dana modal publik ini merupakan bentuk tanggung jawab penuh manajemen dalam memaksimalkan struktur permodalan yang telah didelegasikan oleh para pemegang saham di pasar modal.
“Kami berkomitmen mengelola dana hasil IPO secara disiplin, efektif, dan bertanggung jawab. Setiap realisasi penggunaan dana dilakukan berdasarkan roadmap bisnis yang telah ditetapkan hingga tahun 2027 sehingga dapat mendukung kebutuhan operasional Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ujar Edwin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2026).
Edwin menambahkan, aliran dana hasil penawaran umum tersebut difokuskan secara khusus untuk mendukung ketersediaan pengadaan persediaan, yakni melalui skema pembiayaan pembelian bahan baku pada PT Realfood Winta Asia yang berstatus sebagai entitas anak usaha perseroan.
“Eksekusi alokasi modal kerja tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan fluktuasi kebutuhan operasional lapangan serta tahapan implementasi strategis yang telah diproyeksikan demi menjaga kesinambungan pertumbuhan usaha jangka panjang,” paparnya.
Realisasi Belanja Modal RLCO

Sementara itu, Direktur PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Dwiadi Prastian Hadi, memberikan penegasan hukum bahwa realisasi belanja modal kerja hingga periode laporan ini berjalan tanpa deviasi dan tetap mengacu pada transparansi publikasi awal.
“Realisasi penggunaan dana hasil IPO hingga periode pelaporan masih berada dalam jalur yang telah direncanakan. Sisa dana tetap ditempatkan pada rekening giro Perseroan untuk menjaga fleksibilitas dan likuiditas sehingga siap digunakan sesuai tahapan implementasi. Hingga saat ini tidak terdapat perubahan maupun deviasi terhadap rencana penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam Prospektus,” tegas Dwiadi.
Baca Juga : Penjualan Kuartal I-2026 Merosot, Emiten Sarang Walet (RLCO) Absen Bagikan Dividen
Selain itu berdasarkan laporan keuangan, perseroan masih memegang sisa dana hasil penawaran umum perdana sebesar Rp42.490.000.000. Untuk sementara waktu, sisa modal kerja tersebut ditempatkan pada rekening giro internal perseroan demi mengamankan rasio likuiditas jangka pendek, sebelum nantinya dicairkan kembali secara bertahap sesuai dengan jangka waktu rencana kerja yang berakhir pada tahun 2027.

