Pemulihan Bertahap, KRAS Cetak Laba Bersih US$4,6 Juta di Kuartal I

EBuzz – Emiten baja pelat merah, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), mencatatkan sinyal pemulihan kinerja finansial yang signifikan pada pembukaan tahun fiskal kuartal I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan, Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar US$262,4 juta dengan capaian laba bersih senilai US$4,6 juta, yang sekaligus memperkuat posisi ekuitas perusahaan hingga menyentuh angka US$745,7 juta.

Direktur Utama KRAS, Akbar Djohan, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan indikator kuat bahwa program transformasi yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil yang stabil. Meski demikian, ia menekankan bahwa disiplin dalam pengelolaan biaya operasional tetap menjadi prioritas utama manajemen untuk menjaga kesehatan fiskal.

“Kinerja kami mulai meningkat secara bertahap di awal tahun ini. Namun, kami tetap memandang bahwa program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini. Dengan hasil kuartal 1 yang mulai stabil, kami akan tetap menjaga agar selalu konsisten dan bisa berkelanjutan,” ujar Akbar dalam acara Coffee Morning Media with CEO KRAS di The Surosowan, Jakarta. (28/4).

Ketahanan Industri Manufaktur

Akbar Djohan menilai bahwa, dengan mengedepankan nilai tambah produk domestik, KRAS berupaya tetap menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan industri manufaktur nasional. Ia optimistis fondasi perusahaan yang kini lebih sehat akan mampu bersaing di pasar global.

“Kami fokus memastikan setiap lini produksi berjalan dengan efisien, agar dapat menghasilkan produk baja yang lebih kompetitif dan dapat bersaing di pasar. Dengan fondasi yang lebih sehat ini, kami optimis Krakatau Steel dapat terus melangkah sebagai perusahaan yang memberikan nilai tambah yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga : Garap Proyek Strategis Nasional, KRAS Kirim Perdana Pipa Gas Proyek Dusem

Sementara itu dari sisi operasional, total produksi KRAS hingga Maret 2026 tercatat mencapai 360 ribu ton. Kontribusi terbesar berasal dari pabrik Hot Strip Mill (HSM) sebanyak 230 ribu ton, disusul oleh pabrik Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.

Optimalisasi produksi ini dilakukan sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung kemandirian industri baja nasional, didukung oleh program penguatan permodalan bersama Danantara.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini