Laporan Scam Tembus 530 Ribu Kasus, OJK Perkuat Kerja Sama dengan Australia

EBuzz – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik penipuan atau scam di sektor jasa keuangan dengan kecepatan tinggi guna menciptakan efek jera bagi para pelaku.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengungkapkan bahwa ancaman ini telah bertransformasi menjadi risiko sistemik yang mengancam kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem keuangan nasional.

“Scam bergerak dengan sangat cepat, berkembang dalam skala besar, dan memanfaatkan celah di antara sistem maupun yurisdiksi antarnegara. Oleh karena itu, kerja sama lintas negara bukan lagi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan,” tegas Dicky, Senin (11/5/2026). (12/5).

4 Pilar Pencegahan Scam

Dicky menekankan bahwa dalam menghadapi tantangan ini, otoritas tidak lagi bisa hanya bersifat reaktif. Guna menekan kerugian konsumen, OJK menjalankan pendekatan proaktif melalui empat pilar utama yakni pencegahan (prevention), deteksi (detection), disrupsi (disruption), dan penegakan hukum (enforcement).

“Deteksi dini, tindakan yang lebih cepat, dan pencegahan kerugian sebelum meluas menjadi prioritas,” jelasnya.

Sementara pada pilar deteksi, OJK mendorong pemanfaatan data serta kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) dan sistem peringatan dini, sementara pada aspek disrupsi, koordinasi difokuskan pada penghentian aliran dana secara instan.

“Pada aspek penegakan hukum, kerja sama dengan aparat penegak hukum terus diperkuat untuk memastikan adanya akuntabilitas,” sambung Dicky.

Baca Juga : Darurat Scam di Hong Kong, BNI Turun Tangan Selamatkan Uang Diaspora

Berdasarkan siaran pers OJK per 11 Mei 2026, laporan terkait scam dan fraud di Indonesia menunjukkan angka yang mengkhawatirkan dengan peningkatan signifikan mencapai lebih dari 530 ribu kasus dalam waktu singkat. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dan respons yang lebih terstruktur.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini