EBuzz – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) bersama induk usahanya, PT Pelindo Jasa Maritim yang merupakan bagian dari Pelindo Group menegaskan komitmennya untuk mendukung kelancaran transhipment dan transportasi laut dalam program hilirisasi nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita.
Dukungan strategis ini difokuskan pada komoditas utama seperti nikel, tembaga, dan batubara yang menjadi pilar penguatan rantai pasok energi dan mineral Indonesia.

Direktur Strategi dan Komersial PT Pelindo Jasa Maritim, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara menyampaikan, dalam mendukung kebutuhan hilirisasi, IPCM dan SPJM fokus pada dua strategi utama, yakni penetrasi peluang layanan maritim untuk memperluas kapasitas angkut dan pengelolaan terminal, serta menjalankan joint business dengan BUMN project owner seperti PT Bukit Asam (PTBA), Pertamina, dan pemilik proyek lainnya guna memastikan kelancaran distribusi.
“Kami siap memperkuat layanan maritim yang terintegrasi, sekaligus membuka ruang kolaborasi strategis dengan BUMN pemilik proyek,” kata Suhendra dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/5/2026).
Kesiapan Armada
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, menegaskan kesiapan armada perseroan dalam mendukung agenda besar pemerintah ini. Menurutnya, kesiapan ekspansi ini turut didukung oleh performa keuangan yang solid di mana, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp45,57 miliar di kuartal I-2026, atau tumbuh 3,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“IPCM siap memperkuat jumlah armada guna mendukung program hilirisasi, sehingga layanan angkutan, tunda-pandu, dan terminal khusus dapat semakin optimal dalam menjawab kebutuhan logistik energi dan mineral nasional,” tambah Shanti.
Baca Juga : Jasa Armada Indonesia (IPCM) Kantongi Laba Bersih Kuartal I-2026 Rp45,57 Miliar
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, total aset merangkak naik 4,39% dari akhir 2025 menjadi Rp1,79 triliun, dibarengi dengan lonjakan arus kas operasi yang signifikan sebesar 36,29% menjadi Rp102,10 miliar.
Pencapaian ini menjadi cerminan efisiensi biaya dan penguatan profitabilitas perusahaan dalam menjalankan peran strategis mendukung agenda hilirisasi nasional di masa mendatang.

