Laba Unilever Indonesia Melonjak 37,77% di Semester I-2026 di Tengah Isu Divestasi Bango

EBuzz – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026, di tengah bergulirnya isu divestasi merek kecap Bango yang menyita perhatian pasar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Unilever Indonesia meraup laba bersih sebesar Rp2,69 triliun hingga semester I-2026. Angka tersebut melonjak 37,77% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,15 triliun.

Dari sisi top line, pendapatan UNVR tumbuh 7,05% yoy menjadi Rp16,89 triliun, dari sebelumnya Rp15,78 triliun. Secara rinci, kontribusi pendapatan dari pasar domestik tercatat sebesar Rp16,39 triliun, sementara penjualan ekspor menyumbang Rp501 miliar.

Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (earnings before interest, tax, depreciation, and amortization/EBITDA) dari operasi yang dilanjutkan naik tipis 1,75% yoy menjadi Rp2,9 triliun, dibandingkan Rp2,85 triliun pada periode sebelumnya.

Di sisi profitabilitas, laba bersih dari operasi berkelanjutan (continuing operations) tumbuh 10,2% yoy menjadi Rp2,1 triliun. Margin laba sebelum pajak dari operasi berkelanjutan relatif terjaga di level 15,7%. Namun demikian, margin kotor (gross margin) dari operasi berkelanjutan tercatat sebesar 46,6%, terkoreksi 168 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring tekanan biaya bahan baku.

Baca Juga GMFI Hapus Saldo Laba Negatif Rp9,28 Triliun Lewat Kuasi Reorganisasi

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan capaian kinerja pada semester pertama 2026 mencerminkan hasil positif dari upaya perseroan memperkuat fundamental bisnis di tengah dinamika pasar barang konsumsi yang bergerak cepat (fast moving consumer goods/FMCG).

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini