Laba Bersih Tembus Rp179 Miliar, KEJU Tebar Dividen Rp16 per Saham

EBuzz – Produsen keju merek PROCHIZ, PT PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) akan membagikan dividen tunai di tengah tren pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang tahun buku 2025.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, emiten konsumsi tersebut sepakat mengalokasikan sekitar 50,09% dari laba bersih untuk dibagikan kepada pemegang saham.

Direktur Utama KEJU, Indrasena Patmawidjaja, menjelaskan bahwa, lonjakan dividen ini tak lepas dari performa keuangan KEJU yang berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp179,44 miliar pada 2025, tumbuh 22,1% dibandingkan perolehan 2024 senilai Rp146,88 miliar. Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan penjualan bersih sebesar 19,1% yang menyentuh angka Rp1,50 triliun.

Selain itu, pertumbuhan ini terjadi di tengah gejolak ekonomi domestik dan global, dengan sentimen positif dari kebijakan fiskal pemerintah.

“Perseroan masih mencatatkan kinerja bertumbuh di tengah gejolak perekonomian yang terjadi saat ini. Salah satunya, didorong oleh program unggulan Pemerintah yakni Makanan Bergizi Gratis atau MBG,” ungkap Indrasena dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4/2026).

Perluas Penetrasi Pasar

Menatap tahun 2026, Indrasena menegaskan kesiapan perseroan untuk memperluas penetrasi pasar sebagai pemimpin pasar keju di tanah air. Untuk mendukung rencana strategis 2026, KEJU menyiapkan sejumlah langkah kunci, di antaranya memperkuat posisi di kanal General Trade (GT) dan Modern Trade (MT) melalui kategori produk snacking, serta memperkuat kemitraan di kanal Food Service dengan konsep ONEGARUDAFOOD.

“Saat ini kami masih menjadi keju nomor 1 di Indonesia, untuk itu kami siap menjadi mitra bagi berbagai pihak untuk meningkatkan penetrasi keju pada masyarakat Indonesia agar pertumbuhan kinerja tahun ini senantiasa terus berkelanjutan ke depannya,” tambahnya.

Perseroan juga mengonfirmasi akan memulai operasional pabrik baru di Sumedang pada Juli 2026 guna menggenjot kapasitas produksi secara masif. Bersamaan dengan itu, standarisasi sistem dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas manajemen.

“Kami akan mengimplementasikan program pelatihan dan pengembangan kepemimpinan untuk meningkatkan kualitas SDM. Sejalan dengan itu kami akan meningkatkan penetrasi keju masyarakat Indonesia serta memperkuat Brand Equity untuk meningkatkan pangsa pasar Perseroan,” tutup Indrasena.

Baca Juga : Tak Hanya Keju, Mulia Boga Raya Siap Ekspansi ke Bisnis Cokelat dan Restoran

Berdasarkan hasil RUPST, laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp179,44 miliar akan dialokasikan sebesar Rp16 per saham atau total sekitar Rp89,88 miliar sebagai dividen tunai.

Dividen ini dijadwalkan cair pada 13 Mei 2026, dengan recording date pemegang saham yang berhak pada 1 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Selain dividen, perseroan menetapkan Rp200 juta sebagai cadangan wajib dan sisanya sebesar Rp89,35 miliar sebagai cadangan umum.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini