EBuzz – PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) mencatatkan kinerja impresif di sepanjang semester I-2026. Hal ini tercermin dari, total pendapatan perseroan meningkat 8,9% secara tahunan menjadi Rp1,54 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung oleh permintaan yang tetap kuat dari berbagai sektor strategis, terutama industri dan layanan kesehatan.
Sementara itu di sisi laba, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp67,4 miliar, melonjak 178% dibandingkan Rp24,2 miliar pada semester I-2025. Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp65,2 miliar dari Rp22,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer PT Samator Indo Gas Tbk, Rachmat Harsono, mengatakan capaian tersebut merupakan kinerja semester pertama terbaik yang pernah dibukukan perseroan.
Menurut Rachmat, pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan permintaan dari sektor layanan kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, makanan dan minuman, serta industri elektronik.

“Samator mencatatkan kinerja semester pertama yang sangat kuat, dengan EBITDA tertinggi sepanjang sejarah untuk periode semester pertama serta laba bersih yang meningkat hampir tiga kali lipat. Peningkatan margin laba kotor sebesar 160 basis poin mencerminkan perbaikan fundamental dalam operasional kami, mulai dari peningkatan utilisasi pabrik, efisiensi proses produksi, penghematan konsumsi listrik hingga optimalisasi rantai pasok, bukan semata-mata karena faktor non-berulang,” ujar Rachmat, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga : Samator Indo Gas (AGII) Pasang Target Ambisius di 2026, Ini Strateginya
Ia menambahkan, perseroan terus memperkuat disiplin pengelolaan biaya operasional serta memanfaatkan teknologi dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis.

“Momentum pertumbuhan terus menguat sepanjang semester pertama, di mana penjualan kuartal kedua meningkat sekitar 3% dibandingkan kuartal pertama. Memasuki semester kedua, kami akan tetap berfokus pada eksekusi yang disiplin, pengendalian biaya yang ketat, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi seluruh pemegang saham,” katanya.
Rachmat menambahkan, memasuki semester II-2026, perseroan menargetkan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan melalui peningkatan permintaan dari sektor kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, dan elektronik, disertai pelaksanaan program operational excellence serta investasi kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kontrak jangka panjang.
Kinerja Keuangan AGII

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian hingga 30 Juni 2026, laba kotor perseroan naik 12,8% YoY menjadi Rp725,6 miliar. Sejalan dengan itu, margin laba kotor meningkat menjadi 47,0% dari 45,4% pada semester I 2025. Perseroan menyebut peningkatan tersebut didorong oleh optimalisasi utilisasi pabrik, efisiensi konsumsi listrik, serta penguatan rantai pasok.
Perseroan juga membukukan reported EBITDA sebesar Rp452,5 miliar atau meningkat 10,0% YoY, sekaligus menjadi EBITDA semester pertama tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Margin EBITDA naik menjadi 29,3% dari 29,0% pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, adjusted EBITDA mencapai Rp449,7 miliar atau tumbuh 13,7% YoY setelah memperhitungkan pos nonberulang.
Perseroan juga mencatat peningkatan profitabilitas operasional. Pertumbuhan harga pokok penjualan berada di bawah laju pertumbuhan pendapatan sehingga mampu meningkatkan margin laba kotor, sementara beban operasional hanya naik 8,6% YoY atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

Manajemen menyebut, kualitas pendapatan tetap terjaga melalui hubungan jangka panjang dengan pelanggan, tingkat perpanjangan kontrak sebesar 98–100%, kontrak on-site dan minimum offtake jangka panjang, serta posisi perseroan sebagai pemimpin pasar gas medis di Indonesia.
Baca Juga : Perkuat Kerja Sama Energi Bersih, Samator dan China Bentuk Task Force Gas Industri
Dari sisi neraca, rasio EBITDA terhadap beban bunga meningkat menjadi 3,1 kali dari 2,6 kali pada semester I 2025. Sementara itu, arus kas dari aktivitas operasi naik menjadi Rp192,3 miliar dibandingkan Rp138,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

