Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah Lebih dari Sebulan

Melemahnya harga emas dunia ini disebabkan karena tertekan kenaikan harga minyak mentah dan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan.

Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah Lebih dari Sebulan
Harga Emas Dunia
Bacakan Artikel

EBuzz Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (14/9/2026), tertekan kenaikan harga minyak mentah dan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan.

Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan kebijakan yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,15% menjadi USD4.299,52 per troy ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 7 Agustus 2026.

Analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan kenaikan harga minyak mentah berpotensi meningkatkan ekspektasi inflasi dan mendorong bank sentral utama dunia untuk memperketat kebijakan moneternya.

"Harga minyak mentah melonjak tajam hari ini, yang mendorong ekspektasi inflasi dan mengindikasikan bahwa bank-bank sentral utama dunia perlu memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi. Kondisi ini menjadi sentimen bearish bagi logam," ujar Wyckoff, dikutip dari Reuters.

Jelang Keputusan The Fed

Sementara itu, mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Rabu (16/9/2026). Ekonom juga memperkirakan adanya setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir Maret 2027.

Ekspektasi tersebut berubah dari konsensus sebelumnya yang memperkirakan The Fed tidak mengubah suku bunga. Perubahan proyeksi terjadi setelah data resmi pada Jumat (11/9/2026) menunjukkan tekanan inflasi AS lebih kuat dari perkiraan.

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, Indeks Harga Konsumen (CPI) meningkat 0,4% pada Agustus 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1% pada Juli 2026.

Pelaku pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed mencapai sekitar 93% pada pertemuan kebijakan pekan ini, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Baca Juga : Harga Emas Antam Terkoreksi Rp50 Ribu, Tembus Rp2,645 Juta per Gram

Selain The Fed, Bank of Japan (BoJ) juga diperkirakan menaikkan suku bunga pada Jumat (18/9/2026). Ekspektasi tersebut muncul di tengah kenaikan harga energi dan ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah.