Dukung Pembentukan PFII, BI : Perkuat Daya Saing Sektor Keuangan RI

EBuzz – Bank Indonesia (BI) menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah membentuk Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Inisiatif tersebut dinilai dapat memperkuat ketahanan sektor eksternal, terutama melalui penguatan neraca pembayaran Indonesia.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan tantangan utama perekonomian nasional saat ini masih berada pada sektor eksternal. Meskipun Indonesia mencatat surplus perdagangan barang, defisit pada neraca jasa masih memengaruhi kinerja neraca pembayaran secara keseluruhan.

“Memang tantangan terbesar bagi ekonomi kita saat ini ada di sektor eksternal. Selama ini kita sudah mempunyai surplus dalam perdagangan barang, tetapi untuk jasa kita masih defisit. Sehingga hal itu akhirnya mempengaruhi balance of payments kita secara keseluruhan,” kata Destry dalam Investment Forum 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/7/2026). (16/7).

PFII Jadi Magnet Arus Masuk Investasi

Destry mengatakan pembentukan PFII diharapkan dapat meningkatkan arus masuk investasi, baik investasi portofolio maupun investasi langsung ke sektor riil. Menurutnya, masuknya investasi tersebut juga akan memberikan dampak terhadap penguatan sektor eksternal Indonesia.

“Secara umum kami menyambut baik inisiatif pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia karena dapat memperkuat sektor eksternal sekaligus menarik lebih banyak inflow, baik investasi portofolio maupun investasi langsung,” ujarnya.

Baca Juga : Ciptakan Magnet Investasi Baru, Danantara Siap Bangun PFII di Bali

Ia menambahkan, manfaat PFII tidak hanya dirasakan oleh kawasan tempat pusat finansial tersebut beroperasi, tetapi juga oleh perekonomian nasional melalui peningkatan investasi di sektor riil.

“Kalau investasi masuk ke sektor riil, tentu sifatnya jangka panjang dan akan memberikan keyakinan yang lebih besar terhadap perekonomian kita. Dana tersebut akan benar-benar bergerak dan berputar di sektor riil,” lanjut Destry.

Selain mendukung pembentukan PFII, Bank Indonesia juga mendukung pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai upaya memperkuat tata kelola perdagangan komoditas nasional.

Menurut Destry, langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki pengelolaan ekspor sumber daya alam, termasuk mengurangi praktik under invoicing dan transfer pricing yang selama ini menjadi tantangan dalam perdagangan komoditas.

“Kami juga mendukung pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola perdagangan sumber daya alam Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga : Misbakhun Buka-bukaan Skema PFII, PPh 0% hingga 50 Tahun Diusulkan

Bank Indonesia berharap pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia yang didukung keberadaan bursa mineral dapat meningkatkan transparansi perdagangan sumber daya alam di Indonesia.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini