EBuzz – Pemerintah tengah menerapkan sistem digital dalam perlindungan sosial atau perlinsos guna menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran. Digitalisasi perlinsos ini diyakini mampu memberikan efek positif bagi kantong negara dalam bentuk penghematan anggaran.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan penerapan Perlinsos Digital berpotensi menghemat APBN hingga Rp200 triliun.
“Apabila diterapkan (digitalisasi) pada berbagai program Perlinsos lainnya, potensi efisiensi diperkirakan mencapai Rp127 hingga 200 triliun, mengacu pada Dewan Ekonomi Nasional pada tahun 2024. Ini kabar baik,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Rabu (19/8/2026).
Anggaran Jumbo Butuh Sistem Terintegrasi
Qodari menilai besaran anggaran perlindungan sosial yang mencapai hampir 30% dari APBN memerlukan sistem terintegrasi. Sistem ini dibutuhkan untuk mencegah kebocoran penyaluran dana dan memastikan bansos tepat sasaran.
“Besarnya anggaran perlindungan sosial yang mencapai sekitar Rp1.300 triliun atau hampir 30% dari APBN tentunya harus didukung sistem yang mampu memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” tegasnya.
Qodari menyebut langkah efisiensi ini sejalan dengan visi dan misi kepemimpinan Presiden Prabowo. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan anggaran negara digunakan secara efektif hingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan maksimal oleh rakyat Indonesia.
Membedah Inclusion Error dan Exclusion Error
Kepala Bakom RI menjelaskan bahwa Perlinsos Digital dibutuhkan guna menghilangkan dua masalah utama dalam penyaluran bantuan perlindungan sosial, yakni inclusion error dan exclusion error.
Inclusion error merujuk pada kondisi ketika masyarakat yang seharusnya tidak menerima bantuan justru mendapatkan bantuan sosial. Sebaliknya, exclusion error menggambarkan kondisi ketika masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru tidak mendapatkannya.
“Menurut catatan Kementerian Sosial, sebanyak 45% bantuan sosial masih mengalami inclusion error,” kata Qodari.
Baca Juga APEX Raup Kontrak Offshore Drilling Rp1,16 T dari Pertamina
Surabaya Jadi Kota Uji Coba
Qodari memaparkan hasil uji coba Perlinsos Digital di Kota Surabaya dalam kesempatan yang sama. Uji coba ini berhasil membersihkan data penerima bantuan secara signifikan, sekaligus menunjukkan potensi penerapan sistem serupa secara nasional.

