Cetak Kinerja Solid, Laba dan Penjualan Emiten (TRIS) Kompak Melesat di Kuartal III

Hingga kuartal III-2026, TRIS mencatatkan peningkatan penjualan konsolidasi sebesar 12,2% secara tahunan menjadi Rp1,3 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan top-line tersebut, laba bersih periode berjalan perseroan turut tumbuh 3,1% dibandingkan periode yang sama

Cetak Kinerja Solid, Laba dan Penjualan Emiten (TRIS) Kompak Melesat di Kuartal III
PT Trisula International Tbk. Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Trisula International Tbk (TRIS), perusahaan publik yang beroperasi di sektor tekstil dan garmen, berhasil melanjutkan tren pertumbuhan dengan mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga periode kuartal III-2026. Pencapaian ini ditopang oleh kontribusi positif dari lini bisnis utama perseroan, dengan pasar ekspor yang tetap mendominasi perolehan pendapatan.

Hingga kuartal III-2026, TRIS mencatatkan peningkatan penjualan konsolidasi sebesar 12,2% secara tahunan menjadi Rp1,3 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan top-line tersebut, laba bersih periode berjalan perseroan turut tumbuh 3,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menjadi Rp82,7 miliar.

Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan, mengungkapkan bahwa kinerja positif ini  mencerminkan ketahanan fundamental perusahaan di tengah dinamika pasar global maupun domestik, yang diiringi dengan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga saham.

"Kami bersyukur bahwa TRIS masih dapat melanjutkan kinerja yang positif hingga kuartal III-2026, yang mencerminkan fundamental bisnis yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar," jelas Widjaya dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga : Emiten Tekstil (TRIS) Cetak Pertumbuhan Double Digit hingga Kuartal III-2025

Widjaya menyampaikan, jika dilihat dari segmen bisnis, manufaktur masih menjadi penopang utama pertumbuhan dengan memberikan kontribusi sebesar 66% terhadap total penjualan. Segmen ini mencatatkan perolehan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun atau tumbuh 10,9% YoY. Kinerja positif juga dibukukan oleh lini bisnis distribusi yang tumbuh hingga 32,2% YoY menjadi Rp317,5 miliar, dengan kontribusi sebesar 19% sebagai kontributor terbesar kedua.

"Pertumbuhan selanjutnya disusul oleh lini bisnis retail dengan perolehan Rp115,7 miliar, lini bisnis seragam sebesar Rp113,5 miliar, serta lini bisnis perhotelan yang membukukan pendapatan sebesar Rp16,4 miliar," paparnya.

Buyback TRIS

Sementara, berdasarkan wilayah penjualan, pasar ekspor tetap menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 60% terhadap total pendapatan. Pada periode ini, penjualan ekspor meningkat 11,4% YoY menjadi Rp802,2 miliar. Sementara itu, penjualan di pasar domestik mengalami pertumbuhan sebesar 13,3% YoY menjadi Rp531,2 miliar.

Lebih lanjut Widjaya menambahkan, sejalan dengan hal tersebut, Perseroan juga menyiapkan aksi korporasi berupa pembelian saham kembali dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp10 miliar untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mempertahankan kepercayaan investor di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

"Pelaksanaan aksi korporasi buyback tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai 3 November 2026 hingga 2 Februari 2027. Dalam periode tersebut, perseroan berencana membeli kembali saham sebanyak-banyaknya 2% dari modal disetor atau setara dengan 62 juta saham," lanjut Widjaya.

Manajemen TRIS meyakini bahwa pelaksanaan buyback ini tidak akan mengganggu likuiditas, kinerja, maupun keberlangsungan operasional perseroan, seiring dengan struktur keuangan yang tetap solid.

Baca Juga : TRIS Cetak Laba Rp57,9 Miliar di Semester I, Naik 12,2%

Hal ini tercermin dari capaian laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp33,2 miliar hingga kuartal III-2026, yang diharapkan dapat memperkuat stabilitas perdagangan saham dan menjaga tingkat kepercayaan pemegang saham.