EBuzz – Emiten penyedia solusi percetakan sekuriti terintegrasi, PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. (JTPE) terus memperluas cakupan ekspansi pasar ekspor. Kini, perseroan tengah memfokuskan penetrasi pasar ke kawasan Asia dan Afrika guna mendorong pertumbuhan kinerja dalam jangka panjang.
Langkah perluasan geografis ini diharapkan mampu memperkuat posisi perseroan di pasar global sekaligus membuka peluang bisnis baru. Manajemen mengindikasikan bahwa salah satu pendorong utama di pasar internasional ini berasal dari meningkatnya permintaan terhadap komponen paspor dan kartu identitas, yang secara langsung memperluas kontribusi segmen dokumen identitas perseroan di kancah internasional.

Direktur Utama PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk, Allan Wibisono Oei, menjelaskan bahwa strategi masuk ke pasar global ini dirancang untuk menciptakan keberlanjutan bisnis dari sisi top-line maupun bottom-line perseroan.
Baca Juga : JTPE Perkuat Diversifikasi dengan Produk RFID dan Ekspansi Pasar Global
“Ekspansi ke pasar global merupakan bagian dari strategi kami untuk memperkuat daya saing sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi Perseroan. Kami meyakini bahwa langkah ini akan memperluas peluang bisnis serta memperkuat posisi JTPE di pasar global,” ujar Allan dalam keterangan resmi tertulis, Kamis (2/7/2026).
Lebih lanjut Allan menegaskan, perluasan penetrasi ke pasar ekspor ini diproyeksikan tidak hanya membuka peluang pertumbuhan pendapatan yang lebih besar, melainkan juga memperkuat diversifikasi sumber pendapatan emiten.
“Strategi ini diharapkan dapat memitigasi dampak volatilitas nilai tukar mata uang asing serta menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika ekonomi global,” ungkapnya.

Selain itu, di samping mengandalkan produk fisik sekuriti, untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, JTPE juga tengah mempercepat transformasi bisnis menjadi penyedia solusi digital. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap produk keamanan digital.
Salah satu fokus utama perseroan dalam jangka panjang adalah pengembangan teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Pengembangan ini ditujukan untuk menangkap peluang pasar baru sekaligus memperluas portofolio bisnis perseroan melalui segmen perlindungan merek (brand protection).
“Ke depan, manajemen meyakini penguatan lini bisnis utama yang didukung oleh transformasi digital ini akan memperkokoh pertumbuhan kinerja perseroan secara berkelanjutan,” pungkas Allan.
Kinerja JTPE di Q1

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, struktur kinerja perseroan tercatat masih didominasi oleh pasar domestik. Pada kuartal pertama tahun ini, segmen sekuriti melalui produk dokumen identitas, seperti paspor dan kartu identitas, menjadi penopang utama pendapatan.
Dari total pendapatan yang dihimpun perseroan sebesar Rp265,05 miliar, segmen sekuriti memberikan kontribusi mayoritas senilai Rp227,97 miliar. Komposisi penjualan tersebut disumbang sebesar 78% dari pasar domestik, sedangkan sisanya sebesar 22% berasal dari pasar ekspor.
Baca Juga : Garap Bisnis Sistem Pembayaran, JTPE Bentuk Perusahaan Patungan
Dari sisi pemenuhan target tahunan, meski kinerja pada awal tahun tercatat mengalami penurunan secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, manajemen mengumumkan telah mengamankan posisi yang kuat. Hingga April 2026, JTPE berhasil mengamankan sekitar 60% dari total target pendapatan tahun ini melalui perolehan kontrak-kontrak strategis yang telah ditandatangani.

