BI Waspadai El Nino, Ancam Biaya Produksi Pangan hingga Oktober

EBuzz – Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti potensi pemburukan cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino. Bank sentral memperkirakan fenomena ini bisa berlangsung hingga Oktober 2026, terutama di kawasan Timur Indonesia, dan berpotensi mengerek biaya produksi sejumlah komoditas bahan pangan.

“Kita harus waspada, ke depan terutama risiko El Nino diperkirakan lebih kuat hingga Oktober di kawasan timur dan tekanan biaya produksi,” kata Deputi Gubernur BI Ricky P Gozali saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Rabu (19/8/2026).

Fokus Jaga Tiga Komoditas Utama

BI bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan terus fokus menjaga tekanan inflasi di Indonesia ke depan. Otoritas moneter mengarahkan perhatian khusus pada komoditas seperti beras, cabai, hingga bawang merah.

“Kita akan fokus untuk beras, cabai dan bawang merah,” ucap Ricky.

BI tetap mewaspadai ancaman risiko pemburukan fenomena cuaca El Nino ini, meskipun tekanan inflasi bahan pangan bergejolak atau volatile food telah menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga BI Buka Jalur Kliring Renminbi, Bank of China Jadi yang Pertama

Inflasi Melandai di Tengah Ketidakpastian

“Jadi kita di tengah ketidakpastian, inflasi terjaga di kisaran target bahkan melandai dari 3,34% di Juni sekarang sudah di 2,88% year on year,” tegas Ricky.

Ricky mencatat penurunan inflasi paling besar terjadi pada komponen volatile food, yang membaik ke level 2,52% pada Juli, dari sebelumnya berada di angka 5,58%. Perbaikan ini menjadi sinyal positif bagi BI di tengah bayang-bayang risiko cuaca ekstrem yang masih mengintai stabilitas harga pangan ke depan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini