EBuzz – Bursa Efek Indonesia tengah mengkaji kelanjutan dari rencana pemberian insentif fiskal yang ditujukan bagi perusahaan terbuka dengan porsi kepemilikan saham publik (free float) di bawah 40%.
Dalam rancangan terbaru yang sedang digodok, otoritas bursa memfokuskan kajian pemberian stimulus tersebut bagi para emiten yang memiliki persentase saham publik berada pada rentang 20% hingga 30%. Usulan ini telah disampaikan secara resmi kepada pihak pemerintah selaku pemegang otoritas kebijakan fiskal.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa, pihaknya mendukung penuh terkait adanya penyediaan stimulus bagi industri pasar modal, namun realisasi kebijakan tersebut tetap menghormati lini masa dari keputusan Kementerian Keuangan.
“Oh ya itu bagian yang diusulkan (ke Kementerian Keuangan) yang saya sampaikan tadi. Ya tentu kembali lagi kita menunggu waktu yang tepat untuk itu,” ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Insentif Pasar Modal
![]()
Jeffrey menambahkan, sebelumnya, insentif untuk pasar modal memang menjadi salah satu rencana Kementerian Keuangan jika program percepatan pasar modal Indonesia berjalan baik. Hal itu juga diapresiasi oleh Jeffrey, namun ia menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai insentif pasar modal kepada Kementerian Keuangan.
“Ya, tentu akan sangat baik ya kalau ada insentif yang diberikan kepada industri. Ya baik kepada perusahaan tercatat maupun kepada investor. Ya tentu karena kewenangan untuk memberikan insentif itu ada di Kementerian ya tentu kami serahkan bentuk dan waktunya kepada Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi waktu 6 bulan untuk melihat progres program percepatan pasar modal untuk keputusan pemberian insentif.
Baca Juga : Insentif Belum Cair, Purbaya Ultimatum Bursa soal Saham Gorengan
Purbaya menjelaskan insentif itu bisa diberikan karena pada akhirnya perkembangan di pasar modal akan berdampak pada perekonomian.

“Kan baru nih. Kita lihat kalau jalan ya kita kasih insentif karena saya berkepentingan pada financial sector. Kan uang dari situ bisa dipakai bisa beli bond, bisa beli ini itu akan menjalankan ekonomi juga pada akhirnya,” kata Purbaya.

