BEI Ungkap 4 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Punya Aset Jumbo

EBuzz – Bursa Efek Indonesia berhasil mengantarkan sebanyak tujuh perusahaan untuk melaksanakan pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Melalui aksi korporasi tersebut, akumulasi dana segar yang berhasil dihimpun oleh para emiten baru tersebut mencapai Rp2,16 triliun.

Jika ditinjau berdasarkan regulasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 53/POJK.04/2017 mengenai klasifikasi skala aset, komposisi empat calon emiten yang berada dalam antrean tersebut cukup bervariasi. Sebanyak dua perusahaan masuk dalam kategori skala besar dengan nilai aset di atas Rp250 miliar, sementara dua perusahaan lainnya mengoperasikan aset skala kecil dengan nilai di bawah Rp50 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Saidu Solihin, mengungkapkan bahwa antrean perusahaan yang bersiap melepas sahamnya ke publik masih terus bertambah.

“Sampai 10 Juli 2026, telah tercatat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan dana dihimpun Rp2,16 triliun. Hingga saat ini, terdapat empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham Bursa Efek Indonesia,” ujar Saidu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/7/2026). (13/7).

Sektor Kesehatan Mendominasi

Saidu menambahkan, dari aspek sektoral, antrean IPO ini didominasi oleh dua perusahaan dari sektor kesehatan, diikuti oleh satu perusahaan dari sektor barang konsumen primer, dan satu perusahaan dari sektor barang baku.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk sebanyak 109 emisi yang diterbitkan oleh 59 perusahaan, dengan total perolehan dana mencapai Rp100,12 triliun.

“Saat ini, masih ada 12 emisi dari 11 penerbit dari berbagai sektor industri yang berada dalam antrean untuk menerbitkan surat utang mereka,” ungkapnya.

Tidak ketinggalan, korporasi yang sudah melantai di bursa juga aktif memanfaatkan opsi hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue untuk memperkuat struktur permodalan mereka.

Baca Juga : Perkuat Posisi IPO Hub, BEI Tingkatkan Kualitas Emiten

Hingga periode yang sama, terdapat empat perusahaan yang telah mengeksekusi aksi korporasi tersebut dengan total nilai transaksi mencapai Rp3,89 triliun. Sementara itu, untuk rencana ke depan, baru terdapat satu perusahaan dari sektor properti yang telah mendaftarkan diri dalam antrean untuk melaksanakan aksi rights issue berikutnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini