EBuzz – Emiten pelayaran transportasi gas cair, PT GTS Internasional Tbk (GTSI) mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$884,94 ribu pada kuartal I-2026, berbanding terbalik dari posisi laba bersih sebesar US$1,59 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan profitabilitas ini sejalan dengan penyusutan pendapatan konsolidasi perseroan sebesar 6,86% menjadi US$7,46 juta per 31 Maret 2026, dibandingkan capaian US$8,01 juta pada kuartal I-2025.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan GTSI justru mengalami kenaikan menjadi US$6,86 juta dari sebelumnya US$5,03 juta. Pembengkakan pos biaya ini menekan laba bruto perseroan hingga anjlok menjadi US$593,47 ribu, dari realisasi laba bruto sebesar US$2,98 juta pada kuartal I-2025.

Meskipun perseroan berhasil menekan beban usaha menjadi US$1,05 juta dari sebelumnya US$1,50 juta, GTSI tetap menderita rugi usaha sebesar US$457,26 ribu. Padahal, pada kuartal I-2025 perseroan masih mengantongi laba usaha senilai US$1,47 juta.
Selain itu, perseroan juga mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar US$690,86 ribu pada kuartal I-2026, setelah sebelumnya mencetak laba sebelum pajak sebesar US$1,74 juta pada periode kumulatif tahun lalu.
Baca Juga : Mundur Serentak, Emiten Tommy Soeharto (GTSI) Tidak Punya BoD
Per 31 Maret 2026, total aset GTSI terkoreksi menjadi US$144,08 juta dari posisi posisi akhir tahun lalu sebesar US$149,28 juta per 31 Desember 2025. Penurunan ini diiringi oleh pencapaian total liabilitas perseroan yang melandai menjadi US$78,39 juta dari posisi US$83,12 juta pada akhir Desember 2025.

