Bantah Isu Pencucian Uang, Nagita Slavina Buka Suara

EBuzz – Manajemen PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) akhirnya buka suara menanggapi berbagai rumor yang beredar di pasar modal, termasuk isu mengenai kepemilikan saham oleh Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam serta dugaan pencucian uang yang sempat mengemuka.

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Nurhadi, menegaskan bahwa seluruh proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) yang ditempuh perseroan telah melalui koridor regulasi yang sangat ketat di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Jangan lupa bahwa proses IPO itu melalui ketentuan aturan yang harus dipenuhi oleh setiap emiten. Pertanyaan dan jawaban dalam proses ini bisa mencapai ratusan halaman melalui proses underwriter,” ujar Cyril saat Konfrensi Pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Terkait dugaan pencucian uang yang disematkan kepada perseroan, Cyril menepis hal tersebut dengan menyebutnya sebagai rumor yang tidak berdasar pada fakta. Pasalnya kata Cyril, setiap calon emiten diwajibkan memenuhi tiga aspek keterbukaan yang mendalam sebelum diizinkan melantai di bursa, yakni aspek hukum, aspek akuntansi, dan keterbukaan informasi.

“Kalau tadi masalah pencucian uang, itu lebih kepada rumor, daripada fakta yang ada,” tegasnya.

Valuasi RANS

Lebih lanjut Cyril menambahkan, dirinya juga membedah pertumbuhan valuasi RANS untuk memberikan gambaran objektif kepada investor. Ia menyinggung masuknya investasi dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) pada tahun 2021 sebesar Rp248 miliar untuk kepemilikan sekitar 17-18 persen.

“Valuasi saat itu saja sudah Rp1,3 triliun. Dengan pertumbuhan selama ini, saat ini valuasinya bisa mencapai Rp2 triliun lebih. Inilah fakta yang terjadi,” jelas Cyril.

Menurutnya, langkah go public yang diambil RANS justru menjadi momentum penting bagi perseroan untuk menyampaikan data yang sebenarnya kepada publik secara akuntabel, sesuai dengan aturan otoritas pasar modal.

Baca Juga : Debut Perdana, RANS Gunakan Dana IPO untuk Konser hingga AI

Sementara itu, Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menambahkan bahwa klarifikasi yang disampaikan oleh Komisaris Utama dipandang lebih objektif daripada penjelasan langsung dari dirinya maupun Raffi Ahmad.

“Saya rasa kalau itu datangnya dari saya dan Raffi mungkin rasanya kurang elok dan kurang objektif. Tapi dengan penjelasan dari Pak Cyril, sebenarnya apa yang terjadi bisa dipahami dengan lebih jernih,” tutur Nagita.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini