EBuzz – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) membantah klaim bahwa Federal Land Development Authority (Felda) tercatat sebagai pemegang saham perseroan. Bantahan ini muncul setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut lembaga investasi milik pemerintah Malaysia itu berpotensi merugi hingga Rp 11 triliun dari investasi di emiten perkebunan kelapa sawit milik Peter Sondakh tersebut.
Perseroan Pastikan Hanya FICP yang Tercatat sebagai Pemegang Saham
Corporate Secretary BWPT, Rizka Dewi Sulistyorini, menegaskan perseroan hanya memiliki hubungan korporasi dengan FIC Properties Sdn Bhd (FICP). Data administrasi kepemilikan saham BWPT mencatat FICP, bukan Felda, sebagai pemegang saham perseroan. Rizka menyampaikan hal ini melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Jumat (28/8).
Perseroan menegaskan tidak memiliki hubungan kontraktual dengan Felda terkait kepemilikan saham. Rizka menyebut FICP merupakan badan hukum yang berdiri sendiri dan terpisah dari Felda secara legal entity. Karena itu, perseroan menyatakan tidak berada dalam posisi untuk mengonfirmasi maupun menjelaskan informasi yang bersumber dari urusan internal Felda.
Operasional Perseroan Diklaim Tetap Normal
Rizka menegaskan pemberitaan mengenai investasi Felda tidak mengubah hubungan BWPT dengan FICP sebagai pemegang saham. Perseroan memastikan kegiatan usaha dan operasional tetap berjalan normal di tengah polemik tersebut. Manajemen juga menyatakan BWPT tidak menjadi pihak dalam sengketa, gugatan, maupun proses arbitrase terkait transaksi investasi yang disebut dalam pemberitaan itu.
Baca Juga JFX Dukung Pembentukan BMKS, Bidik RI Jadi Price Setter
Klaim Anwar Ibrahim Picu Sorotan Pasar
Pernyataan Anwar sebelumnya menyoroti potensi kerugian besar Felda dari penempatan dana investasi di sektor perkebunan sawit Indonesia. Klaim tersebut langsung memicu perhatian pelaku pasar terhadap struktur kepemilikan saham BWPT, mengingat perseroan merupakan salah satu emiten sawit terbesar yang tercatat di bursa. Bantahan manajemen BWPT ini berpotensi meredam spekulasi soal keterlibatan langsung Felda sebagai pemegang saham, meski belum menjawab pertanyaan mengenai hubungan bisnis Felda dengan FICP di luar konteks kepemilikan saham perseroan.

