EBuzz — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan kementerian teknis untuk menentukan bentuk bantuan bagi korban kebakaran Desa Adat Sade, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak. “Ya nanti tentu akan dibahas untuk rekonstruksi,” kata Airlangga kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (24/8).
Pembahasan Rekonstruksi Masih Tahap Awal
Airlangga menjelaskan pemerintah belum membahas skema rekonstruksi secara mendalam lantaran kebakaran tersebut baru terjadi beberapa hari terakhir. “Kan kebakarannya baru kemarin, dua hari,” ujarnya.
Bantuan Tidak Gunakan Skema KUR
Airlangga menegaskan bantuan untuk rehabilitasi Desa Adat Sade tidak akan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia menilai kebutuhan rehabilitasi pascakebakaran membutuhkan skema bantuan yang berbeda dari pembiayaan komersial. Pemerintah akan mencari skema alternatif untuk mendukung proses rehabilitasi kawasan adat tersebut. Airlangga menyebut pembahasan skema itu nantinya akan melibatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. “Rehabilitasi nanti kita carikan yang berbeda,” kata Airlangga.
Baca Juga Danantara Klaim Laba Lampaui Temasek, Bidik Rp 360 Triliun
Kebakaran Landa Kampung Adat Bersejarah
Kebakaran melanda Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Api melalap permukiman tradisional masyarakat Suku Sasak tersebut hingga merusak sejumlah rumah dan bangunan di kawasan adat. Desa Sade selama ini dikenal sebagai salah satu kampung adat di Lombok yang mempertahankan rumah tradisional, bahasa, kesenian, kain tenun, serta berbagai tradisi masyarakat Sasak secara turun-temurun. Pemerintah menargetkan proses rehabilitasi dapat menjaga kelestarian nilai budaya sekaligus memulihkan aktivitas ekonomi warga setempat.

