Pan Brothers Rugi US$5,19 Juta di Semester I meski Penjualan Naik

EBuzz – PT Pan Brothers Tbk (PBRX) membukukan kinerja yang bertolak belakang pada semester I-2026. Emiten tekstil dan garmen ini justru berbalik mencatat rugi bersih di tengah kenaikan penjualan dua digit, setelah pada periode yang sama tahun lalu membukukan laba jumbo.

PBRX mencatat penjualan bersih naik 12,1% secara tahunan (yoy) menjadi US$134,69 juta pada semester I-2026, dari sebelumnya US$120,11 juta pada semester I-2025. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, perseroan justru membukukan rugi bersih sebesar US$5,19 juta, berbanding terbalik dengan laba bersih US$93,07 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Penelusuran lebih dalam menunjukkan bahwa penurunan kinerja tidak berasal dari sisi penjualan. Laba kotor perseroan justru meningkat menjadi US$11,83 juta dari sebelumnya US$11,01 juta, mengindikasikan aktivitas operasional inti masih berjalan sehat.

Beban Operasional dan Keuangan Gerus Laba

Beban penjualan serta beban umum dan administrasi menggerus laba kotor perseroan secara signifikan. Kondisi ini membuat PBRX mencatat rugi usaha sebesar US$804.689 pada semester I-2026.

Beban keuangan sebesar US$4,90 juta kemudian memperparah tekanan terhadap kinerja perseroan. Akumulasi beban tersebut membuat rugi sebelum pajak melebar menjadi US$4,74 juta.

Hilangnya Untung Restrukturisasi Jadi Biang Keladi

Faktor paling mencolok dalam laporan keuangan PBRX adalah hilangnya sumber keuntungan non-operasional yang menopang laba tahun lalu. Perseroan membukukan pendapatan lainnya sebesar US$102,25 juta pada semester I-2025, namun pos tersebut anjlok drastis menjadi hanya US$1,25 juta pada semester I-2026.

Keuntungan restrukturisasi utang senilai US$101,6 juta yang tercatat pada laporan keuangan tengah tahun lalu menjelaskan lonjakan pendapatan lainnya tersebut. Laba jumbo yang dibukukan PBRX pada semester I-2025 dengan demikian tidak ditopang oleh aktivitas operasional semata, melainkan oleh keuntungan non-operasional dalam jumlah sangat besar.

Kinerja perseroan langsung berbalik ke zona merah begitu sumber keuntungan tersebut tidak lagi muncul pada tahun ini, meski penjualan masih mencatatkan pertumbuhan.

Posisi Kas Menyusut 51% dalam Enam Bulan

Tekanan turut terlihat pada posisi neraca perseroan, khususnya arus kas. Kas dan setara kas PBRX turun menjadi US$7,63 juta per akhir Juni 2026, dari US$15,62 juta pada akhir 2025, atau menyusut sekitar 51% hanya dalam enam bulan.

Arus kas operasi tercatat masih negatif sebesar US$4,59 juta, sementara aktivitas investasi turut menguras kas sebesar US$2,52 juta. Kombinasi kedua faktor tersebut menekan total kas perusahaan secara berkelanjutan sepanjang semester pertama tahun ini.

Baca Juga Konsorsium China Restui Pengambilalihan Utang Whoosh oleh Kemenkeu

Beban Liabilitas Masih Membayangi

Struktur liabilitas PBRX masih tergolong besar hingga akhir Juni 2026. Total liabilitas perseroan tercatat US$155,26 juta, terdiri dari pinjaman sindikasi sebesar US$52,30 juta, utang obligasi US$31,44 juta, serta pinjaman bank jangka panjang US$6,57 juta.

Akumulasi rugi perseroan pun membengkak menjadi US$284,75 juta, mencerminkan tantangan struktural yang masih membayangi pemulihan kinerja PBRX ke depan. Investor kemungkinan akan mencermati kemampuan perseroan menjaga likuiditas serta strategi pengelolaan beban keuangan dalam paruh kedua tahun ini.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini