Investor Global Dunia I Squared Capital Masuk Indonesia Lewat Akuisisi Cella

EBuzz – Investor infrastruktur global raksasa, I Squared Capital, resmi masuk ke pasar Indonesia melalui akuisisi Cella, perusahaan logistik dan penyedia gudang berpendingin (cold storage) domestik. Langkah ini menjadi pijakan awal ekspansi private equity tersebut di sektor logistik Tanah Air.

I Squared Capital menargetkan peningkatan kapasitas gudang dan cold storage Cella secara agresif dalam empat hingga lima tahun ke depan. Mengutip Reuters, Kamis (6/8/2026), Senior Partner I Squared Capital, Harsh Agrawal, mengungkapkan perusahaan akan mendorong kapasitas dari sekitar 231.000 meter persegi saat ini menjadi sekitar 1,5 juta meter persegi.

Ekspansi tersebut merepresentasikan pertumbuhan kapasitas lebih dari enam kali lipat dari posisi eksisting. I Squared akan mengakuisisi seluruh bisnis Cella dari NWP Property dan CRE, perusahaan spesialis fasilitas logistik asal Jepang. Kedua entitas tersebut melepas kepemilikannya kepada I Squared dalam transaksi yang nilainya tidak diungkapkan ke publik.

Transaksi Ditarget Rampung Kuartal III

Proses akuisisi ditargetkan tuntas pada kuartal III 2026. Harsh memastikan tim manajemen Cella yang dipimpin Chief Executive Officer Bonny Setiawan akan tetap memegang kendali operasional perusahaan pascaakuisisi, sehingga kontinuitas bisnis tetap terjaga.

Cella saat ini memiliki dan mengoperasikan lima fasilitas logistik modern serta cold storage yang tersebar di kawasan Jabodetabek dan Surabaya. Fasilitas tersebut melayani kebutuhan rantai pasok dingin bagi berbagai sektor industri di dua kawasan ekonomi utama Indonesia tersebut.

Baca Juga Purbaya Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6% pada Semester II

Optimisme di Tengah Sentimen Investor yang Melemah

I Squared Capital tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Indonesia, kendati pasar domestik tengah menghadapi tekanan sentimen. Kekhawatiran investor terhadap belanja pemerintah dan arah kebijakan ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto turut membebani kepercayaan pasar dalam beberapa waktu terakhir.

Harsh menilai pertumbuhan kelas menengah, peningkatan konsumsi domestik, serta kebutuhan mendesak terhadap infrastruktur logistik modern menjadi faktor fundamental yang mendasari keputusan investasi tersebut. “Terlepas dari berbagai tantangan jangka pendek, kami benar-benar percaya pada prospek pertumbuhan jangka panjang pasar Indonesia,” ujar Harsh.

Akuisisi ini turut mengonfirmasi keyakinan investor asing terhadap fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, meski volatilitas kebijakan fiskal jangka pendek masih membayangi sentimen pasar modal domestik.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini