ADHI Buka Suara soal Keterlambatan Serah Terima Unit ADCP, Akui Tantangan Likuiditas

EBuzz — PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) memberikan klarifikasi terkait keterlambatan serah terima unit yang dialami anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), pengembang properti berbasis konsep Transit Oriented Development (TOD). Manajemen menyampaikan permintaan maaf resmi kepada konsumen melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/7/2026).

“ADCP menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit,” tulis manajemen dalam keterangan tertulisnya.

Tantangan Likuiditas Jadi Biang Keladi

Manajemen mengakui ADCP tengah menghadapi tekanan likuiditas yang berimbas langsung pada penyelesaian sejumlah proyek. Skema bisnis berbasis TOD, kata manajemen, menuntut korporasi menyediakan lahan kawasan di sekitar simpul transportasi publik seperti Commuter Line, LRT, dan BRT, lengkap dengan infrastruktur pendukungnya, sebuah struktur capital expenditure yang relatif besar di muka sebelum arus kas dari penjualan unit terealisasi penuh.

Pengembangan hunian sendiri dilakukan secara bertahap mengikuti masterplan kawasan, sehingga penyelesaian unit turut bergantung pada ritme pendanaan tiap fase.

Di sisi lain, manajemen menyoroti kondisi pasar properti nasional yang belum sepenuhnya pulih dalam beberapa tahun terakhir turut menekan tingkat penjualan produk. Kondisi ini berdampak pada penerimaan kas perseroan dan pada akhirnya membatasi kapasitas pendanaan untuk penyelesaian proyek tepat waktu.

Baca Juga Danantara Resmi Gabung KSSK, Prabowo Perkuat Koordinasi Stabilitas Keuangan

Tawarkan Skema Kompensasi

Sebagai bentuk komitmen memenuhi hak konsumen, ADCP telah menyiapkan sejumlah alternatif penyelesaian. Opsi yang ditawarkan antara lain relokasi unit ke proyek lain maupun skema pinjam pakai sementara atas unit ready stock yang tersedia, sembari menunggu penyelesaian unit yang tertunda.

Kasus ini menambah daftar sorotan terhadap likuiditas emiten sektor properti pelat merah, di tengah tekanan biaya pembangunan infrastruktur pendukung TOD yang signifikan serta permintaan pasar residensial yang masih dalam tahap pemulihan bertahap. Pelaku pasar diperkirakan akan mencermati langkah lanjutan ADHI dan ADCP dalam menjaga kepercayaan konsumen sekaligus menstabilkan arus kas perseroan ke depan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini