EBuzz – Entitas anak PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yakni PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), resmi melaksanakan kuasi reorganisasi untuk menghapus saldo laba negatif sebesar US$512,9 juta atau setara sekitar Rp9,28 triliun. Aksi korporasi tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada Selasa (28/7).
Berdasarkan laporan keuangan GMFI per 31 Januari 2026 yang telah diaudit, perseroan masih membukukan saldo laba negatif (retained earnings deficit) sebesar US$512,9 juta, akumulasi dari kerugian pada tahun-tahun sebelumnya.
Penghapusan saldo laba negatif tersebut akan dilakukan melalui tiga skema. Pertama, penggunaan agio saham (additional paid in capital) sebesar US$299,6 juta. Kedua, selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali senilai US$1,1 juta. Ketiga, penurunan nilai nominal saham (par value) tanpa mengurangi jumlah saham beredar senilai US$212,2 juta.
Kuasi reorganisasi merupakan langkah administratif dan akuntansi untuk menata kembali struktur ekuitas perseroan melalui eliminasi saldo laba negatif yang berasal dari akumulasi kerugian masa lalu. Dengan demikian, neraca keuangan GMFI dapat kembali mencerminkan posisi ekuitas yang lebih bersih sebagai basis pembagian dividen ke depan.
Baca Juga Lo Kheng Hong Borong 5,18 Juta Saham GJTL, Kepemilikan 7,03%
Aksi korporasi ini tidak melibatkan setoran dana baru dari pemegang saham, tidak mengubah komposisi kepemilikan saham (shareholding structure), serta tidak menimbulkan dilusi bagi pemegang saham eksisting. Kuasi reorganisasi murni bersifat pencatatan ulang pos ekuitas dalam laporan keuangan perseroan.

