Vale (INCO) Cetak Sejarah, Penjualan Bijih Nikel Tembus 2 Juta Ton

EBuzz – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan penjualan lebih dari 2 juta ton bijih nikel sepanjang semester I-2026. Perseroan juga terus mempercepat pengembangan proyek hilirisasi melalui pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, mengatakan capaian penjualan tersebut menjadi salah satu tonggak penting bagi perusahaan sebagai pelaku usaha pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi di Indonesia.

“Penjualan lebih dari dua juta ton bijih nikel menjadi tonggak penting bagi perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi,” pungkas Bernardus melalui keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2026).

Baca Juga : Vale (INCO) Targetkan Smelter Nikel HPAL Pomalaa Beroperasi Q3-2026

Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan komitmen, dedikasi, serta kolaborasi seluruh elemen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

“Keberhasilan penjualan lebih dari dua juta ton bijih nikel pada periode tersebut sekaligus mencerminkan dedikasi dan kolaborasi PT Vale dalam mendukung pertumbuhan perusahaan secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Alat Pengolahan Nikel

Selain mencatatkan kinerja operasional, PT Vale yang merupakan bagian dari Mineral Industri Indonesia (MIND ID) juga meresmikan Pevalea Dormitory sebagai fasilitas hunian karyawan di kawasan operasional Morowali.

Bernardus mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari investasi perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan sekaligus mendukung produktivitas kerja.

“Kehadiran Pevalea Dormitory menjadi simbol komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup karyawan sekaligus memperkuat budaya kerja yang produktif dan berkelanjutan,” katanya.

Di sisi hilirisasi, perseroan juga mendatangkan autoclave, yang merupakan peralatan utama dalam proyek HPAL Sambalagi. Peralatan tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas pengolahan nikel rendah karbon yang menjadi bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sekaligus Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bernadus menambahkan, kedatangan autoclave menjadi salah satu tahapan penting dalam transformasi industri pertambangan nasional menuju hilirisasi yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.

“Kedatangan peralatan industri berupa autoclave merepresentasikan transformasi industri pertambangan Indonesia menuju hilirisasi yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi,” tutur Bernadus.

Baca Juga : Genjot Proyek HPAL Morowali, Vale (INCO) Datangkan Alat Pengolahan Nikel

Ia menjelaskan, melalui teknologi HPAL, bijih limonit yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas dapat diolah menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), yang merupakan bahan baku utama dalam industri baterai kendaraan listrik.

“Artinya, PT Vale tidak hanya memperkuat rantai pasok global kendaraan listrik, tetapi juga berkontribusi pada agenda transisi energi dan ekonomi rendah karbon Indonesia,” tutupnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini