EBuzz – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) hingga 30 Juni 2026. Perseroan telah merealisasikan penggunaan dana IPO sebesar Rp5,93 triliun dari total dana bersih yang diperoleh.
Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengatakan perseroan memperoleh dana hasil IPO efektif pada 16 Februari 2023 sebesar Rp9,05 triliun. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp283,1 miliar, dana bersih yang diterima mencapai Rp8,77 triliun.
“Perseroan memperoleh hasil bersih penawaran umum perdana saham sebesar Rp8,77 triliun,” ujar Fransetya dalam keterbukaan informasi, Jumat (17/7/2026).
Dana IPO PGEO

Menurut Fransetya, Perseroan merealisasikan dana IPO sebesar Rp3,10 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/CAPEX) pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional melalui pengembangan konvensional dan pemanfaatan teknologi co-generation.
Selain itu, PGEO menggunakan Rp425,9 miliar untuk pengembangan kapasitas tambahan dari wilayah kerja operasional guna mengantisipasi kebutuhan pasar baru.
“Dana IPO juga dialokasikan sebesar Rp869,16 miliar untuk pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir guna mendukung kegiatan produksi, operasi, dan pemeliharaan,” tuturnya.
Sementara itu, sebesar Rp1,53 triliun digunakan untuk pembayaran sebagian Facilities Agreement tanggal 23 Juni 2021 antara perseroan dengan Mandated Lead Arrangers, kreditur sindikasi awal, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Facility Agent.

“Total realisasi penggunaan dana hasil IPO hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp5,93 triliun,” kata Fransetya.
Baca Juga : Proyek Pemipaan Rampung, PGEO Tambah Kapasitas PLTP Kamojang 23,8 MW
Hingga akhir Juni 2026, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp2,84 triliun. Dana tersebut ditempatkan pada sejumlah bank, yakni Rp1,78 triliun di Bank BJB dengan tingkat bunga 4,65%, Rp870,01 miliar di Bank Rakyat Indonesia dengan bunga 4,15%, serta Rp182,2 miliar di Bank Rakyat Indonesia dengan tingkat bunga 5%.

