EBuzz – Emiten perbankan digital nasional, PT Bank Jago Tbk (ARTO) buka suara terkait spekulasi yang berkembang di media massa mengenai isu rencana penggabungan usaha (merger) perseroan dengan emiten pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk.
Langkah transparansi ini direalisasikan oleh manajemen perseroan dalam rangka memenuhi mandat regulasi serta menanggapi surat permintaan penjelasan formal yang dilayangkan oleh otoritas PT Bursa Efek Indonesia dengan nomor dokumen S-08220/BEI.PP3/07-2026 tertanggal 10 Juli 2026.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan ARTO, Tjit Siat Fun, menjelaskan bahwa isu mengenai konsolidasi korporasi ini sebelumnya mencuat ke ranah publik melalui ulasan media yang mengindikasikan adanya upaya pendekatan strategis dari pihak investor transnasional maupun institusi keuangan eksternal tertentu terhadap kedua perseroan.
“Perusahaan menyatakan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai adanya rencana merger antara PT Bank Jago Tbk dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk, maupun mengenai pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu seperti yang diulas dalam pemberitaan tersebut,” kata Tjit Siat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2026).

Lebih lanjut, pihak manajemen menjelaskan bahwa, segala aktivitas atau keputusan strategis yang berkaitan dengan pemegang saham sepenuhnya merupakan kewenangan dari masing-masing pemegang saham. “Oleh karena itu, informasi tersebut berada di luar ranah dan kewenangan perseroan untuk memberikan tanggapan lebih jauh,” terangnya.
Baca Juga : Perkokoh Bisnis Digital, ARTO Raup 17,2 Juta Nasabah hingga Juni 2025
Selain meluruskan isu merger, Bank Jago juga memastikan bahwa hingga tanggal penyampaian tanggapan ini, tidak ada informasi atau kejadian penting lain yang bersifat material yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan maupun pergerakan harga saham ARTO di pasar modal.

