Ditegur BEI Imbas Volatilitas Harga, Manajemen BINA Ungkap Fakta Ini

EBuzz – Manajemen PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) buka suara terkait volatilitas transaksi dan fluktuasi harga saham perseroan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini sekaligus, untuk memberikan tanggapan atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Wakil Direktur Utama BINA, Yulius Purnama Junaedi, menyatakan bahwa pihak manajemen hingga saat ini tidak mengetahui adanya informasi, rumor, atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham maupun keputusan investasi para pemodal di pasar sekunder.

“Hingga surat tanggapan ini diterbitkan, Perseroan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,” kata Yulius dalam laporan keterbukaan informasi di keterangannya, Senin (22/6/2026).

Dirinya pun menambahkan, perseroan memang memiliki agenda aksi korporasi yang sedang berjalan, yaitu Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Rencana penguatan permodalan tersebut dipastikan telah mengantongi izin dari investor publik.

“Rencana tersebut telah memperoleh persetujuan dari Pemegang Saham Independen dalam RUPS Independen pada 5 Juni 2026,” ujarnya menambahkan.

Tren Volatilitas Transaksi Saham BINA

Berdasarkan data perdagangan harian bursa, dalam sepekan terakhir saham emiten perbankan milik Anthony Salim in bergerak cukup fluktuatif. Saham BINA sempat menyentuh level tertinggi di harga Rp3.860 per saham pada sesi perdagangan 15 Juni 2026. Namun, harga saham terkoreksi hingga menyentuh level terendah di posisi Rp3.110 per saham pada 17 Juni 2026.

Baca Juga : Pacu Penetrasi Kredit, Bank Ina (BINA) Incar Ekosistem Bisnis Premium di Bekasi

Secara akumulatif, frekuensi perdagangan saham BINA tercatat sebanyak 218 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp836,5 juta. Berdasarkan pergerakan harga tersebut, nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) Bank Ina Perdana saat ini berada di level Rp19,4 triliun.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini